Pelajar SMA Muhammadiyah 4 Kendal Kunjungan Belajar ke DPRD Kendal

Pelajar SMA Muhammadiyah 4 Kendal kunjungan belajar ke DPRD Kendal

0
1047

Sebanyak 115 siswa dari kelas X, XI dan XII SMA Muhammadiyah 4 Kendal Rabu 15 November 2017 melakukan kunjungan belajar ke DPRD Kendal. Kunjungan yang pertama kalinya ke DPRD Kendal bersama 6 guru pendamping itu diterima Ketua DPRD Kendal H Prapto Utono di Ruang Paripurna.

Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMA Muhammadiyah 4 Kendal, Ikhwan mengatakan, anak-anak didiknya diajak ke DPRD Kendal adalah untuk memperoleh pengalaman langsung. Tujuannya untuk menyinkronkan  teori dengan praktek pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang telah diberikan di sekolah. “Kunjungan ini semacam praktek untuk melihat langsung di lapangan,”katanya.

Ikhwan  menambahkan, kegiatan belajar ke DPRD Kendal ini rencananya akan dilakukan rutin tiga tahun sekali, sehingga tiap-tiap angkatan akan mengalami kunjungan satu kali selama bersekolah di SMA Muhpat Kendal. “Kunjungan belajar seperti ini tidak dilakukan tiap tahun sekali, supaya bisa dilakukan bersama-sama seluruh siswa, sehingga jumlahnya banyak,”katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono menyampaikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan DPRD Kendal, seperti fungsi, tugas dan kedudukan dewan. Selain itu, juga menyamiakna  tentang pemerintahan daerah dan potensi Kab Kendal. “Saya berharap kegiatan kunjungan belajar seperti ini bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain, sebagai pembelajaran pendidikan politik bagi pelajar,”ujarnya.

 

Usul Dimasukan dalam Kurikulum Muatan Lokal

Setelah mendengarkan banyak hal yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kendal, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan Kab Kendal, ternyata banyak hal yang harus diketahui oleh pelajar, namun belum disampaikan di sekolah. Untuk itu, Ikhwan menyampaikan masukan agar bisa dimasukan dalam kurikulum muatan lokal supaya para pelajar Kendal mengetahui tentang Kendal secara menyeluruh.

“Sebagai pelajar Kendal, sebaiknya mengetahui tentang kondisi Kendal, baik program pemerintah maupun potensi Kendal seperti yang disampaikan Ketua Dewan tadi, maka sebaiknya bisa dimasukan dalam kurikulum muatan lokal,”harapnya.