PLN Kendal Tertibkan Pelanggan yang Salurkan Listrik ke rumah Tetangga

PLN Rayon Kendal akan tertibkan pelanggan yang menyalurkan listrik ke rumah lain

0
2014
PLN Kendal akan menertibkan pelanggan yang menyalurkan listriknya ke rumah tetangga. Pasalnya, sesuai aturan, pelanggan PLN tidak diperbolehkan menyalurkan listriknya ke rumah lain. Manajer PLN Rayon Kendal, Alauddin mengatakan, saat sudah melakukan sosialisasi ke para pelangan agar segera mencopot sendiri saluran listrik ke rumah lain. Jika pelanggan tidak bersedia memutuskan sendiri, maka PLN yang akan memutus dan akan memberikan konsekuensi aturan yang dikenakan kepada pemilik KWH meter.

“Petugas secara bertahap masuk ke pelanggan  tempatnya menyalur untuk ngasih tahu bahwa aturan menyalurkan ke tetangga itu tidak boleh. Kita juga meminta agar si yang punya KWH bersedia memutuskan sendiri,”ujarnya.
Alauddin mengatakan, di wilayah Rayon Kendal ada sekitar 1.300 rumah tangga yang masih menyalur dari rumah sebelahnya. Pihaknya terus melakukan sosialisasi program lavering yaitu menuntaskan rumah tangga yang yang menyalur listrik ke tetangganya untuk bisa segera dituntaskan. Sehingga tidak ada lagi rumah tangga di wilayah PLN Rayon Kendal yang nyalur, karena hal itu sangat mengganggu dan tidak sesuai  dengan aturan. Selain itu, juga mengganggu lingkungan, karena, apabia salurannya terputus dari tempatnya menyalur dan masih ada tegangannya, tentu bisa membahayakan bagi masyarakat. Seperti banyak rumah tangga yang tinggal di  Dusun Balok, Kecamatan Kota Kendal  yang masuk dalam sasaran ini. “Bagi rumah tangga yang menyalur kita arahkan untuk pasang baru. Kita juga akan berikan keringanan bagi rumah tangga kalau tidak mampu terutama yang dapat subsisdi listrik untuk mengangsur biaya pasang sampai tiga kali, baik untuk pasang daya 450 VA dan 900 VA,”ujarnya.
Asisten Manajer PLN Area Semarang Taryo mengatakan, dindikasikan masih ada rumah tangga yang statusnya terdaftar di KK (bersubsidi) namun mereka belum sebagai pelanggan karena sudah merasa nyaman dengan cara menyalur. Padahal dalam surat perjanjian kerjasasama tertulis bahwa pelanggan listrik tidak boleh menyalurkan ke orang lain karena dilatarbelankangi beberapa hal, diantaranya mengenai keselamatan ketenaga listrikan.
“Bagi mereka yang masih menyalur ini mebahayakan supaya bisa diminimalalkan. Baik penyalur dan pemilik KWH meter agar diingatkan bahwa sesuai perjanjian, pelanggan tidak boleh menyalurkan dan status penyalur diputus,” kata dia.