Disnaker Kendal Minta PJTKI selalu Pantau TKW/TKI yang Diberangkatkan

Disnaker Kendal beri penjelasan terkait kasus TKW Kendal yang dipulangkan

0
739
Pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kendal merasa kaget dengan pemberitaan yang menyebutkan 152 pelajar yang bekerja paksa di Malaysia. Pasalnya, berita tersebut tidak benar, karena para pekerja tersebut sudah lulus SMK ketika berangkat kerja ke Malyasia, sehingga statusnya bukan pelajar lagi. Selain itu, jumlah pekerjanya bukan 152, melainkan 149 dan yang berasal dari Kabupaten Kendal hanya 16 orang.

Kepala Disnaker Kendal, Ratno mengatakan, kasus tersebut sudah selesai sejak Mei 2017. Mereka bukan kerja paksa, tapi penempatan kerjanya yang tidak sesuai. Karena kekeliruan itu, PJTKI yang memberangkat telah memulangkan seluruh TKI dan juga mendapat sanksi. Setelah pihak PJTKI telah menyelesaikan dengan memberikan hak-hak pekerja, seperti gaji dan asuransi, maka sanksi yang diberikan juga telah dicabut. “Sanksi terhadap PJTKI tersebut sudah dicabut, setelah menyelesaikan hak-hak dan kewajibannya dengan baik,”katanya.
Adanya kasus ini, pihak Disnaker selalu memberikan pesan kepada semua PJTKI agar terus memantau para TKW selama bekerja. Tidak lepas begitu saja, ketika TKW tersebut sudah mendapatkan penempatan kerja. “Kami selalu memberikan pesan kepada semua PJTKI untuk terus memantau semua TKW yang diberangkatkan,”katanya.
Kasi Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kendal, Agus Teguh Imanto, mengatakan, pihaknya sudah memanggil semua pihak sekolah untuk minta penjelasan. Keterangan dari pihak sekolah, ternyata anak tersebut ketika mendaftar kerja statusnya sudah lulus. Pihak sekolah juga tidak mengetahui anak tersebut mendaftar kerja, karena mereka mendaftar melalui Job Fair. Dengan adanya pemberitaan itu, pihak sekolah merasa dirugikan, karena sama sekali tidak mengetahui urusan tersebut. “Tapi pihak sekolah sudah memberikan penjelasan yang sebenarnya, bahwa tidak benar ada siswinya yang bekerja ke Malaysia,”ujarnya.