Desa Kedunggading Wakili Kabupaten Kendal Lomba Gotong-royong Tingkat Provinsi Jateng

Desa Kedunggading Kec Ringinarum juara Lomba Gotong-royong tingkat Kab Kendal

0
827
Sekitar 500 warga Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum bersama anggota TNI pada Jumat (11/5/2018) melakukan kerja bakti di sepanjang sungai irigasi. Mereka bergotong-royong mengangkat lumpur yang menjadi penyebab dangkalnya sungai irigasi. Selain membersihkan sungai irigasi, sebagian warga membersihkan fasilitas umum, seperti makam, masjid dan mushola.

Kepala Desa Kedunggading Budiono mengatakan, di tahun 2018 ini, Desa Kedunggading dinyatakan sebagai Desa terbaik Pelaksana Gotong-royong tingkat Kabupaten Kendal dan akan mewakili Kabupaten Kendal pada Lomba Pelaksana Gotong-royong tingkat Provinsi Jateng tahun 2018. “Hari ini ada kunjungan dari Provinsi Jateng untuk memantau langsung kegiatan kerja bakti di Desa Kedunggading,”katanya.
Kades Budiono mengatakan, kerja bakti warga sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan tiap hari Jumat pagi  sejak tahun 2017 lalu. Dikatakan, untuk menggugah semangat masyarakat melakukan kerja bakti, maka kepala desa bersama perangkat desa juga ikut terjun langsung bersama warga. “Tiap Jumat pagi sudah dijadwalkan program Jumat Bersih yang lokasinya digilir di tiga dukuh, tapi melibatkan semua warga dari dukuh lainnya. Tiap kerja bakti, kami bersama perangkat selalu ikut, sehingga warga menjadi semangat,”katanya.
Dikatakan, selain kerja bakti, pihak desa juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan PKK dan karang taruna. “Kerja bakti bersih sungai, karena sedimentasinya cukup tinggi, sedangkan pemberdayaan masyarakat untuk melatih keterampilan. Jadi tujuannya sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dispermasdes  Kendal Subaedi mengatakan, yang terpenting adalah sikap guyub warga dan gotong royong yang harus terus ditingkatkan. Namun demikian, dalam pelaksanaan lomba, maka administrasi juga harus tertib. Dikatakan, Desa Kedunggading termasuk desa yang paling awal mencairkan Dana Desa, sehingga program padat karya tunai juga sudah dilaksanakan. “Sebenarnya yang penting itu sikap gotong-royongnya, tapi administrasi, seperti dokumentasi  juga penting, karena sebagai bukti jika warga benar-benar melaksanakan kerja bakti secara rutin,”ujarnya.