Hari Kopi Sedunia: Menggagas Kopi sebagai Oleh-oleh Khas Kendal

0
1518

Oleh: Abdul Harris Khaddafy *

Apa sih oleh-oleh khas Kendal? Pertanyaan yang sering muncul ditujukan kepada Warga Kendal khususnya, baik yang tinggal di Kabupaten Kendal maupun yang merantau di berbagai daerah. Pertanyaan ini sebenarnya sederhana, namun ternyata cukup sulit untuk menjawabnya. Lantas terlintas dalam benak kita seperti aneka krupuk mulai dari krupuk rambak, krupuk usek, krupuk petis, dll. Atau ada juga yang menjawab aneka kuliner seperti ndas manyung, momoh, bandeng, pecel semanggi, sate keong, dll. Saya tidak akan membantah oleh-oleh yang notabene berupa makanan tersebut, atau malah berdebat tentang apa sebenarnya oleh-oleh khas Kendal. Saya justru akan memunculkan ke permukaan bahwa sebenarnya ada produk khas Kendal yang potensial dan seringkali dilupakan. Apakah itu? Maka saya dengan yakin menjawab yaitu Kopi Kendal.

Syarat produk menjadi oleh-oleh khas

Sebelum masuk ke pembahasan mengapa Kopi Kendal, mari kita cermati pandangan Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Dr. Ir. Moerdijati Gardjito, yang menghabiskan usia senjanya untuk meneliti Kuliner Indonesia. Untuk menjadi makanan khas suatu bangsa atau daerah, beliau mengungkapkan sejumlah persyaratan yang perlu dimiliki. Ada lima persyaratan untuk menjadi makanan khas. Pertama, makanan yang dimaksud harus memiliki asal usul yang jelas. Dalam hal ini terkait sejarah, riwayat penggunaan benih-benihnya dan lain-lain. Kedua, penggunaan bahan juga wajib diproduksi setempat atau bukan barang impor. Ketiga, bahan-bahan yang diolah menjadi kuliner harus dikuasai masyarakat setempat. Keempat, pengolahan kuliner diharapkan bisa menggunakan peralatan yang menjadi kenangan tersendiri bagi penduduk lokal. Dan terakhir, cita rasa makanan itu wajib disukai, digemari, bahkan dirindukan mana kala di tempat lain. Lantas bagaimana dengan Kopi Kendal?

Potensi kopi Kendal sebagai oleh-oleh khas

Secara geografis, Kabupaten Kendal termasuk beruntung memiliki dataran rendah juga dataran tinggi, pantai sekaligus pegunungan dimana menurut wikipedia mencapai ketinggian 2.579 mdpl. Berbagai macam komoditas pertanian dan perkebunan dapat tumbuh dengan subur, termasuk kopi. Dari dataran rendah sampai menengah hidup kopi robusta. Kopi inilah yang sebagian besar populasinya mengisi kebun-kebun rakyat. Kemudian di lereng pegunungan Prau dan Ungaran, bisa ditemukan kopi arabika. Walau secara produktivitas masih kalah dengan robusta, kopi arabika Kendal tidak bisa dipandang sebelah mata. Kopi yang harganya mahal ini juga menjadi gantungan hidup sebagian besar masyarakat pegunungan. Selain jenis kopi robusta dan arabika, Kendal juga memiliki jenis Liberika dimana tidak semua daerah di Indonesia memilikinya. Kendal patut berbangga hati karena daerah lain yang memiliki kopi Liberika bisa dikatakan dapat dihitung dengan jari. Tumbuhan kopinya sendiri sudah ada sejak jaman Belanda. Pohonnya tinggi besar, masih bisa kita temukan di perkebunan PTPN ataupun kebun-kebun rakyat. Karena tumbuhan lama, kopi Liberika minim terkontaminasi bahan kimia berupa pupuk insektisida, dll. Kopi yang sering juga disebut dengan kopi nangka ini memiliki aroma yang sangat wangi dan biji yang cenderung besar dan lonjong. Kopi ini disenangi karena rendah kafein, cocok bagi peminum kopi yang menderita asam lambung.

Kualitas kopi Kendal pun tidak kalah dengan daerah lain. Bahkan beberapa kopi olahan petani yang telah melakukan scoring atau penilaian berdasarkan Specialty Coffee Association (SCAA) di beberapa coffee lab, Kopi Kendal sudah termasuk dalam kategori Kopi Spesial dengan nilai di atas 8.0. Khusus untuk jenis robusta sudah ada yang termasuk kategori fine robusta.

Berdasarkan data yang saya peroleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Kendal tahun 2017, Kendal memiliki kurang lebih 2.700 hektar area lahan perkebunan kopi yang tersebar pada 8 Kecamatan. Harjito Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Kendal, membagi wilayah dengan menggunakan istilah blok wilayah eks kawedanan Boja yaitu Singorojo, Limbangan dan Boja serta blok wilayah eks kawedanan Sukorejo yang meliputi wilayah Patean, Plantungan, Pageruyung dan Sukorejo. Dari kebun kopi ini melibatkan kurang lebih 13.271 KK jumlah petani pekebun. Dalam setahun, Mereka mampu menghasilkan panen kopi sebesar kurang lebih 60 Ton jenis Kopi Arabika dan 1.100 Ton jenis kopi robusta, belum termasuk jenis kopi liberika yang jumlah produksinya saat ini lebih besar dari arabika.

Dari data tersebut memperlihatkan pada kita bahwa banyak rumah tangga yang mengandalkan perekonomian dari berkebun kopi. Hampir separuh dari jumlah kecamatan di Kabupaten Kendal memiliki komoditas kopi. Data tersebut juga menunjukkan dari segi kualitas, produktivitas, terutama dari segi keterlibatan masyarakat, potensi Kopi Kendal sebagai oleh-oleh khas Kendal sangatlah besar.

Masa depan kopi Kendal

Saat ini kopi telah menjadi bagian dari hidup masyakarat modern. Kota yang dianggap maju seringkali dilihat dari seberapa banyak coffee shop yang ada. Karena dari sanalah seringkali terjadi interaksi yang positif. Cerita-cerita panjang dimulai, Kerja-kerja nyata direncanakan, Aksi-aksi dievaluasi, tempat bertemu rekan kerja, temu kangen sahabat akrab, tempat berkumpul keluarga, dll. Seperti ada yang kurang apabila aktivitas ngopi dilakukan sendirian. Komunitas, organisasi, instansi, hampir tidak terlepas dari kopi atau kedai kopi.

Saya secara pribadi telah membuat Peta Ngopi di Kendal, yaitu kedai kopi, kafe, coffee shop, resto di Kabupaten Kendal yang menyediakan kopi Kendal. Kedai tersebut tersebar di 9 kecamatan. Sampai saat ini tercatat sebanyak 32 tempat dimana anda bisa menikmati seduhan kopi Kendal sebagai menunya. Peta tersebut bisa dilihat pada link berikut https://goo.gl/7BAa8Y. Prediksi saya akan terus bermunculan tempat ngopi baru di Kendal.

Harapan kedepan tentunya selain menyeduh kopi, tempat ngopi tersebut juga menyediakan kopi Kendal sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Baik berupa take away seduhan kopi, biji kopi maupun bubuk kopi dalam kemasan. Ketika di setiap kedai, café, resto menyediakan, maka akan meluas sampai kepada penyeduh rumahan, tidak jarang juga yang menyeduh di kantor tempat bekerja, maupun saat bepergian. Jika permintaan kopi meningkat maka semakin banyak penyedia kebutuhan akan ngopi, tidak hanya seduhan, tapi juga berupa biji kopi. Selain itu penyedia alat-alat kopi juga akan bermunculan. Sesuai hukum permintaan dan penawaran dalam ekonomi.

Saya membayangkan Kendal Permai, atau toko-toko penyedia oleh-oleh di Kendal pada rak-raknya dipenuhi Produk Kopi Kendal aneka kemasan dari berbagai macam brand yang ada. Apabila ini terjadi maka gagasan kopi Kendal sebagai oleh-oleh akan semakin terlihat nyata.

Kopi kini telah menjadi pilihan istimewa untuk hadiah, oleh-oleh atau buah tangan dan pengikat persahabatan. Oleh-oleh kopi yang dibawa akan menjadi representasi ciri khas suatu daerah, begitu juga dengan kopi Kendal.

Hari Kopi Sedunia

International coffee day atau Hari Kopi Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Bertepatan dengan momentum ini, tentu tidak ada salahnya kalau kita sedikit merayakan dengan beberapa kegiatan sederhana yang bisa kita lakukan. Misalnya dengan:

  1. Nikmati kopi Kendal-mu, di rumah, di sekolah, di kantor, atau di kedai kopi tercinta, tentunya dengan orang tercinta.
  2. Beli kopi Kendal terbaik, berikan kepada orang terbaik.

Atau jika ada waktu lebih, pergi ke kebun kopi di kabupaten Kendal, berjumpa dengan petani kopi, melihat asal mula kopi dilahirkan.

* Penulis adalah Ketua Komunitas Kopi Kendal dan Founder Kopidulu Corp