Inspektorat Kendal Gelar Seminar Bertema Menuju Kabupaten Kendal Bebas Pungli

Seminar Sehari bertema Menuju Kabupaten Kendal Bebas Pungli

0
437
Pungli merupakan perbuatan melanggar hukum, karena secara materiil pungli bagian dari korupsi, tetapi secara formil tidak masuk dalam korupsi. Hal ini disampaikan dosen Unnes Semarang Benny Sumardiana pada acara Seminar Sehari bertema Menuju Kabupaten Kendal Bebas Pungli yang digelar Inspektorat Kendal di salah satu rumah makan di Kendal, Kamis (15/11/2018).

“Korupsi merupakan perbuatan yang merugikan negara, sedangkan pungli tidak merugikan keuangan negara, karena biasanya diambil dari dana masyarakat. Namun kata dia, pungli dan korupsi sama-sama untuk memperkaya diri sendiri dan merupakan perbuatan melanggar hukum,”katanya.
Benny mengatakan, untuk memberantas pungli tidak semudah membalik telapak tangan, karena bisa dilakukan siapa pun, tidak hanya oknum pemerintah, tetapi juga di sektor swasta. Apalagi banyaknya peluang untuk terjadi pungli itu menjadi permasalahan yang sangat besar. Oleh karena itu butuh komitmen bersama untuk menghilangkan pungli.
“Solusinya yakni mengubah peraturan, pejabat atau orang-orangnya, dan budaya di masyarakat. Warga harus bisa mencegah terjadinya pungli. Hilangkan kebiasaan memberi imbalan dalam. Jika petugas sudah menolak pungli, sedangkan masyarakat masih memberi, tentu petugas bisa tergoda untuk menerima imbalan tersebut,’’ terangnya.
Inspektur Pembantu I Inspektorat Jateng, Iskandar, mengatakan, untuk memberantas pungli tidak semudah membalik telapak tangan. Namun pemerintah berkomitmen untuk memberantas pungli. “Beberapa upaya yang dilakukan untuk memberantas pungli antara lain membentuk komunitas anti pungli, menggelar seminar, hingga membuat spanduk maupun stiker yang menolak segala bentuk pungli,’’ kata dia.