PDAM Kendal Targetkan 6.000 Pelanggan Baru di Tahun 2019

PDAM Kendal targetkan 6.000 pelanggan baru di tahun 2019

0
654

PDAM Tirto Panguripan Kendal menargetkan di tahun 2019 bisa menambah pelanggan atau sambungan rumah baru sebanyak 6.000 pelanggan. Saat ini jumlah pelanggan PDAM per 31 Januari lalu sebanyak 78.627 pelanggan.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tirto Panguripan Kendal, Bambang Yogi mengatakan, optimis bisa mencapai target tersebut. Pasalnya, saat ini sudah ada sekitar 3.000 calon pelanggan daftar tunggu di wilayah Kalwungu dan Boja. Selain itu juga calon pelanggan dari wilayah Weleri, Pageruyung dan Sukorejo. Kemudian ditambah calon pelanggan dari program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari pemerintah pusat sebanyak 1.050 pelanggan.
“Calon pelanggan daftar tunggu di Kaliwungu dan Boja itu merupakan warga perumahan baru yang banyak berdiri di sana. Untuk pelanggan MBR ini program dari pemerintah yang akan dilakukan pada bulan Mei dan Juni nanti,” jelas Yogi, Rabu (20/2/2019).
Yogi mengatakan, untuk menampung pelanggan baru di wilayah Kaliwungu dan Boja, akan dibuatkan dua sumur baru. Sedangkan untuk wilayah Weleri, Pageruyung dan Sukorejo, karena ketersediaan airnya masih cukup untuk pelanggan baru, sehingga tidak dibuatkan sumur baru. “Tahun 2019 ini hanya membangun dua sumur baru di Kaliwungu dan Boja karena untuk memenuhi pelanggan yang sudah masuk daftar tunggu itu,” katanya.
Yogi juga menjelaskan, bagi pelanggan yang terlambat membayar tagihan di atas tanggal 20, maka akan dikenakan denda. Jika terlambat membayar tagihan masih di bulan yang sama atau sebelum bulan berikutnya, maka dikenakan denda sebesar 5 ribu rupiah. Namun pelanggan yang terlambat membayar tagihan pada bulan berikutnya, maka dikenakan denda sebesar 10 ribu rupiah dan biaya bukaan kembali sebesar Rp. 25 ribu, sehingga total yang harus dibayar sebesar Rp. 35 ribu. “Jadi tambahan 35 ribu itu karena ada tambahan biaya untuk bukaan kembali sebesar 25 ribu rupiah,” jelasnya.