Baznas Kendal Bantu Petani Jambu Kembangkan Olahan Jambu

Baznas Kendal adakan pelatihan olahan jambu

0
643

Baznas Kendal melakukan pendampingan kepada petani  jambu di wilayah Sukorejo untuk mengembangkan jambu olahan. Wlayah Sukorejo dan sekitarnya merupakan penghasil jambu biji merah. Namun dalam masa panen harga buah terkadang jatuh, seperti panen saat ini di kisaran Rp 1.000. Untuk itu melalui program pemberdayaan Zakat Development Program (ZCD), Baznas akan mengembangkan olahan jambu.

“Kita berharap dengan adanya olahan ini akan mampu menambah nilai guna dan nilai jual jambu”, tutur Hj Nunuk Zarah Zenubia dari Baznas Kabupaten Kendal.

Program ZCD Baznas ini berlokasi di Desa Bringinsari Kecamatan Sukorejo kab Kendal. Jambu yang diolah merupakan jambu yang tidak terbeli oleh pengepul, yaitu jambu matang, karena pengepul hanya membeli jambu setengah matang, sehingga tidak busuk saat didistribusikan.

Dikatakan, sebagai tahap awal pengembangan jambu merah, maka diadakan pelatihan olahan jambu. Ada 4 macam olahan jambu yaitu sari buah jambu, squah jambu, pure jambu dan dodol jambu.  “Pelatihan diadakan selama 3 hari yaitu 28 Februari sampai 2 Maret 2019,” katanya.
Nunu mengatakan, selain fasilitasi pelatihan, melalui intervensi program ZCD Baznas juga memberikan bantuan tanah dan bangunan sebagai pusat produksi, mesin dan permodalan. Untuk mendukung program tersebut juga ada pendampingan usaha menuju korporasi usaha lembaga.  “Untuk bentuk usahanya kita sudah mendirikan koperasi produksi Annahl Bringinsari, kata Nunuk.
Untuk mendukung produksi yang berkwalitas, pihak ZCD Baznas menggandeng instruktur dari SMK N 1 Temanggung. Wakil Kepala sekolah sekaligus instruktur SMK N 1 Temanggung, Karyadi memberikan arahan bahwa produksi olahan jambu ini diusahkan sealami mungkin. Meskipun diperbolehkan menggunakan pengawet, tapi diharapkan olahan ini tidak menggunakn pengawet. Untuk mengakali agar produk tahan lama, maka bisa menggunakan proses sterilisasi ketika pengemasan. “Untuk itu gunakan kemasan yang sesuai standar dan tahan panas. “terang Karyadi.