Kabelan Film Kendal Gandeng VIU Indonesia segera Produksi Film Pendek

Kabelan Film Kendal gelar workshop film bersama VIU Indonesia

0
397

Sebanyak 25 peserta mengikuti Workshop Program VIU Indonesia yang dilakukan selama 12 hari, mulai tanggal 2 – 13 Oktober 2019. Kegiatan workshop ini diadakan oleh Kabelan Film Kendal bekerja sama dengan VIU Indonesia. Workshop tentang produksi film ini di bawah bimbingan mentor-mentor dari VIU Indonesia. Tahap pertama mulai 2 – 4 Oktober dilakukan di Gedung Abdi Praja Kendal dengan materi pembuatan naskah film.

Menurut Tunjung, panitia kegiatan dari Kabelan Film Kendal, dari 25 peserta tersebut akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang diberi tugas membuat cerita atau naskah film yang akan diproduksi. “Nanti, akan dibagi lima atau tujuh kelompok tergantung kesepakatan,” katanya.

Dikatakan, setelah selesai membuat naskah film, akan dilanjutkan workshop produksi film, sekaligus pembuatan film. Semua peralatan film sudah disediakan olah pihak VIU dengan menggunakan peralatan film yang memenuhi kualitas standar.  “Workshop tahap ketiga yaitu workshop paska produksi yang membahas tentang evaluasi hasil karya film secara keseluruhan,” katanya..

Tunjung mengatakan, hasil karya film ini nantinya akan dipublikasikan ke jaringan film internasional yang bisa dilihat melalui aplikasi VIU. Selain itu, peserta terbaik akan mendapatkan beasiswa kuliah di Institut Kesenian Jakarta. “Peserta workshop ini khusus kalangan pelajar, karena bagi peserta terbaik akan mendapatkan beasiswa kuliah di IKJ,” ujarnya.

Director Film dari Kabelan Kendal, Ulinuha menjelaskan, bahwa Kabelan Kendal mencoba memberikan akses ke VIU Indonesia untuk berkolaborasi dengan pemerintah Kendal. Harapan ke depan agar pusat ekonomi kreatif di Kendal bisa bersaing dengan kota lain. “Tujuannya supaya potensi Kendal bisa dikenal lebih luas sampai ke luar negeri,” harapnya.

Dijelaskan, bahwa VIU adalah layanan streaming hiburan terkemuka, yang dioperasikan di 17 pasar, termasuk Hong Kong, Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Filipina, Thailand, Myanmar, Afrika Selatan, dan dan negara-negara Timur Tengah seperti UEA, Arab Saudi, Mesir , Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar. “Film yang akan diproduksi akan diberi teks terjemahan 17 negara itu,” katanya.

Ulin menambahkan, Viu sudah membuktikan komitmennya untuk terus menghadirkan tayangan Asia terbaru dan bersama dengan Sineas Indonesia untuk memproduksi konten lokal yang berkualitas dan memiliki daya tarik global serta membawa hasil karya anak bangsa ke dunia Internasional. Viu bersama Badan Ekonomi Kreatif berbagi kesamaan visi dalam kegiatan lokakarya Film Pendek Tahunan yang disebut dengan Viu Shorts!, Sasarannya adalah para siswa dan komunitas film lokal, untuk menciptakan ekosistem industri film Indonesia dengan mengembangkan minat dan bakat, menumbuhkan semangat kewirausahaan, memperkuat nasionalisme dan membawa perubahan positif kepada masyarakat lokal. “Pada tahun 2018 lalu bekerja sama dengan 17 daerah dan pada tahun 2019 ini ada 20 daerah,” ujarnya.