Peringati HAM, Front Rakyat Kendal Gelar Mimbar Bebas

Peringati HAM, Front Rakyat Kendal Gelar Mimbar Bebas

0
246
Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Front Rakyat Kendal menggelar Ruang Mimbar Bebas di Alun-alun Kendal, Selasa (10/12/2019) malam. Acara diisi dengan diskusi, orasi, puisi dan musik. Acara yang dikemas secara sederhana itu dihadiri anak-anak muda, seniman, pemerhati perempuan dan mahasiswa dari berbagai komunitas, di antaranya dari Sebumi, Komik, AMP, PMII dan lainnya.

Acara diawali dengan diskusi bertema “Merebut keadilan untuk kemerdekaan hidup” yang menghadirkan narasumber Ahmad Tahrik dari PMMI dan pemerhati perempuan Emma Wijayanti. Selanjutnya para peserta secara bergantian membacakan puisi, orasi dan menyanyikan lagu-lagu bertemakan kemanusiaan dan keadilan.
Ketua Front Rakyat Kendal, Agus mengatakan, dibukanya ruang Mimbar Bebas ini untuk menyampaikan keresahan-keresahan atas pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Mereka menyampaikan tuntutan agar kasus-kasus pelanggaran HAM bisa diselesaikan secara hukum. “Pemerintah harus segera menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran hukum, di antaranya kasusu Marsinah, Munir, Wiji Thukul dan lainnya,” harapnya.
Ahmad Tahrik mengatakan, pelanggaran HAM dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan meningkat. Sepanjang Januari hingga April 2019, Komnas HAM menerima pengaduan terkait kasus-kasus pelanggaran HAM yang ada di lembaga kepolisian, korporasi, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan lembaga pendidikan. Sebagian besar kasus tersebut tidak ditindaklanjuti, padahal pada masa transisi demokrasi ini sudah terlalu banyak beban sejarah terkait pelanggaran HAM yang tidak diselesaikan.
“Di bidang pengelolaan sumber daya alam, praktek kekerasan negara sering hadir dalam konflik-konflik pertanahan dan perkebunan, di mana negara sering mengambil posisi keberpihakan kepada perusahaan dengan dalih mengamankan investasi serta menggunakan alat negara yang seharusnya untuk melindungi masyarakat,” katanya.