Gagal Ginjal Kronis: Ketahui Gejala dan Cara Penanganannya

0
460

Mungkin sebagian dari Anda telah mengetahui apa itu gagal ginjal kronis. Secara singkat, gagal ginjal kronis dapat diartikan sebagai kegagalan ginjal dalam melaksanakan fungsinya. Beberapa fungsi ginjal antara lain yaitu untuk membuang sampah atau racun, metabolisme protein, mengatur keseimbangan cairan, mengatur asam basa darah dan juga kelenjar endokrin.

Lilik Widiyanto, perawat bagian hemodialisis RSUD dr. H. Seowondo Kendal mengatakan bahwa seseorang dengan masalah gagal ginjal kronis ini dapat diketahui tanda-tandanya ketika sudah stadium lanjut. Pada stadium awal, penderita belum merasakan masalah yang berarti. Gejalanya antara lain penurunan produksi kencing, mual dan muntah, gatal-gatal, lemas, badan yang membengkak karena kelebihan cairan di dalam tubuh yang tidak bisa dikeluarkan, dan sebagainya. Tanda-tanda yang lebih jelas dapat diketahui dengan melakukan tes fungsi ginjal.

Gagal ginjal bisa dikatakan sebagai silent killer karena diagnosisnya dapat dipastikan saat stadium akhir (stadium 5). Faktor penyebab paling tinggi pasien gagal ginjal di Indonesia adalah diabetes melitus, hipertensi atau tekanan darah tinggi, kardiovaskular yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, penyakit-penyakit saluran kencing, dan batu ginjal. Selain penyakit-penyakit tersebut, gagal ginjal kronis juga disebabkan oleh faktor makanan seperti junk food.

Ada beberapa terapi yang harus dilakukan oleh penderita gagal ginjal kronis, salah satunya adalah cuci carah atau hemodialisis. Aturan strandar, pasien gagal ginjal kronis harus menjalani terapi hemodialisis dua kali dalam satu pekan untuk memperoleh hasil yang maksimal. RSUD dr. H. Seowondo Kendal sudah mempunyai unit hemodialisis yang cukup memadai, yakni 19 unit mesin pada tahun ini.

Penderita gagal ginjal kronis harus mengindari beberapa makanan sebagai pantangan. Dari segi porsi juga harus dibatasi, terutama air. Seperti yang diketahui, salah satu fungsi ginjal adalah untuk mengatur keseimbangan cairan. Pada kasus gagal ginjal kronis ini, penderita tidak bisa buang air kecil sehingga tidak bisa mengeluarkan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh yang menyebabkan penderita menjadi bengkak sehingga tubuh terasa berat.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Harapannya, warga Kendal berupaya untuk mencegah adanya gagal ginjal kronis ini secara CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala; Enyahkan asap rokok; Rajin aktivitas fisik; Diet sehat dan seimbang; Istirahat cukup; dan Kelola stres.

Ananda/UNS