Cegah Virus Corona, Sekitar 20 Tempat Wisata di Kabupaten Kendal Tutup Sementara

Cegah virus corona, semua tempat wisata di Kabupaten Kendal Tutup sementara

0
314
Mengantisipasi menyebarnya wabah virus corona, tempat-tempat wisata dan tempat hiburan di Kabupaten Kendal tutup. Penutupan ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Kendal untuk menutup tempat wisata dan tempat hiburan mulai 25-31 Maret 2020. Penutupan ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Salah satu tempat wisata yang tutup adalah Tirtoarum Baru. Pengumuman penutupan tampak terpasang di pintu masuk dan di beberapa titik. Kondisinya tampak lengang, baik di kolam renang, arena permainan anak-anak, fasilitas outbound dan fasilitas lainnya. Hotel dan restoran juga tutup.
Ketua BUMDes Mororejo Kaliwungu, Abdullah mengatakan, salah satu unit usahanya yaitu wisata Pantai Ngebum ditutup sementara mulai 20 Maret lalu. Dengan penutupan wisata Pantai Ngebum, otomatis para pedagang yang berada di area wisata juga tutup. “Sementara tutup, maka beberapa kegiatan yang sudah diagendakan terpaksa dibatalkan. “Sementara tutup, maka beberapa permintaan menggunakan tempat di Pantai Ngebum ya dibatalkan,” katanya.
Kasi Destinasi Pariwisata pada Disporapar Kendal, Toto Subagyo mengatakan, untuk tempat wisata milik Pemkab Kendal, yaitu Pantai Sendang Sikucing, Curugsewu dan Kolam Renang Boja ditutup total. Untuk tempat wisata yang dikelola swasta dan desa berdasarkan pemantauan di lokasi juga tutup. “Kami sudah keliling di tempat-tempat wisata ternyata juga tutup,” katanya, Jumat (27/3/2020).
Menurut Totok, adanya penutupan ini mempengaruhi pendapatan tempat wisata. Untuk Kolam Renang Boja, pendapatan rata-rata per bulan sekitar 25 – 35 juta, maka otomatis jika dilakukan penutupan satu bulan, maka akan kehilangan pendapatan sekitar Rp 25 – 35 juta. Pendapatan Curugsewu rata-rata Rp. 35 juta per bulan dan Pantai Sendang Sikucing rata-rata Rp 25 juta per bulan.
“Tiap tempat wisata kan beda-beda pendapatannya, tetapi dengan adanya penutupan ini, otomatis akan mengurangi pendapatan. Tapi dengan kebaikan bersama, karena kesehatan dan nyawa manusia tentu lebih diutamakan,” ujarnya.