Jumlah Penderita DBD di Kendal Tahun 2020 sudah Dua Kali Lipat lebih Dibanding Tahun 2019

Penderita DBD di Kendal selama Januari-April 2020 mencapai 81 orang

0
167
Jumlah pasien demam berdarah dongue (DBD) di Kendal di tahun 2020 ini sudah berlipat dari tahun 2019 lalu. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kendal, sejak awal Januari hingga pertengahan April 2020 ini jumlah pasien DBD sudah mencapai 81 kasus. Angka itu dua kali lipat lebih dibanding jumlah kasus DBD tahun 2019 yang sebanyak 33 kasus. Kasus tertinggi terjadi di wilayah Kendal atas, seperti Kecamatan Boja dan Sukorejo.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Muntoha, mengatakan secara rinci pada Januari lalu terjadi 26 kasus, meningkat 1 kasus menjadi 27 pada Februari. Dua bulan terakhir masing-masing 17 kasus pada Maret dan 11 kasus hingga pertengahan April.
“Dari semua kasus di tahun 2020 ini tak satupun meninggal akibat DBD, bahkan hampir semua sudah sembuh dan hanya 2 orang yang masih dirawat di rumah sakit.  Untuk pencegahan, kami sudah melakukan fogging sebanyak 65 tempat, yang masing-masing tempat dilakukan 2 kali penyemprotan dengan jarak 1 pekan,” katanya, Jumat (17/04/2020).
Bambang Wiryawan Kepala Seksi Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular (P3M), menambahkan, walaupun jumlah kasus DBD tahun 2020 ini cukup tinggi, namun tidak ada yang meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2019 tercatat ada 1 orang yang meninggal dunia karena DBD. “Penyakit DBD tidak hanya pada musim penghujan, namun terjadi pula di musim kemarau, seperti tahun lalu, justru kasus terbanyak terjadi antara Mei sampai November,” terangnya.
Bambang mengatakan, meskipun saat ini sedang disbukkan dengan adanya wabah virus corona, namun tidak boleh lengah dengan DBD. Cara yang paling tepat dan efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sosialisasi terus dilakukan, baik melalui puskesmas maupun sekolah-sekolah. “Kami terus mengantisipasi dan melakukan sosialisasikan melalui petugas puskesmas agar warga tetap menjaga kebersihan lingkungan terutama di tempat-tempat yang tersedia air jernih,” katanya.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan, pihaknya selalu menyampaikan kepada sekolah-sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga diminta agar selalu menyampaikan kepada anak didik untuk menjaga kebersihan di sekolah maupun di rumah. “Kepada anak-anak di rumah supaya rajin menjaga kebersihan dan ikut membantu membersihkan lingkungan rumah masing-masing,” katanya.