Harga Tinggi, Petani Bawang Merah di Desa Kedunggading – Ringinarum tidak Terimbas Pandemi Covid-19

Harga Tinggi, Petani Bawang Merah di Desa Kedunggading - Ringinarum tidak Terimbas Pandemi Covid-19

0
104

Petani bawang merah di Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum – Kendal tidak terpengaruh dengan kondisi pandemi virus corona. Pasalnya pada musim panen saat ini harga bawang merah melambung tinggi. Kualitas hasil panennya pun cukup bagus. Saat ini petani di Desa Kedunggading hampir 90 persen menanam bawang merah.

Seorang petani, Jambari mengatakan, harga bawang merah pada musim panen kali ini cukup tinggi. Ia yang tanaman bawang merahnya beberapa hari lagi panen pun merasa senang. Untuk luas sawah per iring bisa menghasilkan panen sekitar Rp 40 juta sampai Rp 45 juta, tergantung kualitasnya. Sedangkan per iringnya mengeluarkan modal dan biaya pemeliharaan sekitar Rp. 20 sampai Rp. 25 juta. Dengan demikian panen kali ini untuk per iringnya bisa untung sekitar Rp 20 sampai Rp. 25 juta. “Ya lumayan, harga bawang merah saat ini cukup tinggi,” katanya.
Petani lainnya, Jumali juga merasa senang, karena selain kondisi tanaman bawang merahnya bagus, harganya pun juga bagus. Menurutnya, harga bawang merah melambung tinggi, karena pada saat ini di daerah lain jarang yang menanam bawang merah, termasuk di Kabupaten Kendal sendiri. “Pada kondisi pandemi covid-19 sekarang ini, petani bawang merah tidak terpengaruh, karena harga bawang merah sangat bagus, bahkan termasuk paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Para petani tidak direpotkan saat panen, karena hasil panennya langsung diangkut oleh pembeli. Pembeli hasil panen pun sudah membayar lunas, ketika tanamannya dipanen.