KPU Kendal segera Lakukan Coklit Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pilkada Kendal 2020

0
72

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 siap dilanjutkan, setelah sebelumnya ditunda karena adanya pandemi Covid 19. Badan Ad Hoc Pilkada yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pun sudah diaktifkan kembali mulai 15 Juni 2020. Tahap selanjutnya KPU Kendal akan melakukan pemutakhiran data pemilih. Kini KPU Kendal mulai melakukan persiapan pencocokan dan penelitian (coklit) pemutakhiran data pemilih yang diawali dengan pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). PPDP akan mendatangi rumah-rumah untuk melakukan coklit pemutakhiran data pemilih mulai 15 Juli – 13 Agustus 2020.


Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan, pembentukan PPDP mulai 24 Juni – 14 Juli 2020. Anggota PPDP ini diusulkan oleh PPS setelah berkoordinasi dengan RT/RW setempat. Selanjutnya, PPS mengusulkan calon anggota PPDP kepada KPU untuk ditetapkan sebagai PPDP. “Proses pembentukan PPDP ini merupakan usulan dari masing-masing PPS di desa,” katanya.

Dikatakan, untuk mencegah penyebaran virus corona di masa pandemi Covid 19, anggota PPDP yang menjalankan tugas, selain dibekali perangkat kerja sebagai PPDP, juga akan dibekali alat pelindung diri (APD)/ seperti masker, face shield, sarung tangan dan hand sanitizer. “Warga tidak usah khawatir jika didatangi petugas, karena PPDP akan dilengkapi dengan APD untuk bersama-sama mencegah penyebarab virus corona,” katanya.


Anggota KPU Kendal Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Nurul Akhirin mengatakan, karena Pilkada diundur pada bulan Desember 2020 dari rencana semula pada September 2020, maka ada penambahan DP4 dari kalangan pemilih pemula sebanyak 1.886 orang. Semula jumlah DP4 dari Kemendagri yang diberikan kepada KPU pada bulan Maret 2020 sebanyak  842.712 orang. “Karena ada penambahan pemilih pemula sebanyak 1.886, maka jumlah DP4 bertambah menjadi 844.598 orang,” katanya.


Untuk mencegah penyebaran virus corona di masa pandemi Covid-19, maka jumlah maksimal pemilih di tingkat TPS, yang semula 800 orang dikurangi menjadi 500 orang. Oleh karena itu ada penambahan jumlah TPS menjadi 2.242 TPS. “Berdasarkan SE KPU RI 421/2020, tiap TPS maksimal menjadi 500 pemilih,” jelasnya.