Sebagian Besar Tanah Aset Daerah Kendal belum Bersertifikat

Pemkab Kendal sedang percepat Penyertifikitan tanah aset daerah yang belum bersertifikat.

0
51

Sebanyak 812 bidang tanah dari 1.345 tanah aset daerah milik Pemkab Kendal ternyata belum memiliki sertifikat. Dengan demikian, baru sebanyak 533 bidang tanah milik Pemkab Kendal yang sudah memiliki sertifikat tanah. Aset tersebut ada yang berupa bangunan kantor, lahan sawah tanah bengkok dan lapangan.


Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kendal Agus Dwi Lestari mengatakan, untuk tanah aset milik Pemkab Kendal yang belum bersertifikat sedang dilakukan percepatan penyertifikatannya. Hal ini berdasarkan instruksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memerintahkan agar Pemda segera melakukan penyertifikatan aset daerah yang belum bersertifikat. “Bupati Kendal telah membentuk Tim Gabungan Pengamanan Penertiban Barang Milik Daerah dan saat sudah mulai bekerja melakukan pendataan menginventarisir aset-aset yang belum memiliki sertifikat dan segera melakukan percepatan penyertifikitan tanah milik Pemda Kendal,” katanya, Selasa (30/6/2020).

Agus Dwi mengatakan, saat ini sudah mulai menginventarisir tanah-tanah aset Pemkab Kendal dan mengelompokkan sesuai kondisinya, yaitu kategori hijau atau yang sudah siap proses penyertifikatan, kategori kuning atau masih melengkapi dokumen dan kategori merah atau yang berada dalam sengketa. Untuk aset tanah yang kategori hijau berarti statusnya sudah clear dan clean, ditargetkan tahun ini sudah bersertifikat. Sedangkan untuk tanah aset daerah yang belum lengkap berkas dokumen dan yang masih ada sengketa, maka akan ditangani oleh Tim ini supaya jelas statusnya. “Untuk proses penyertifikitan, tahun ini telah dianggarkan 1 miliar untuk penyediaan biaya proses pembuatan sertifikat,” katanya.

Penyertifikitan tanah aset daerah ini dilakukan untuk menjaga supaya tidak menimbulkan permasalahan, misalnya diklaim oleh pihak lain, karena sudah memiliki bukti formal berupa sertifikat.