Peningkatan Pasien Positif Covid 19 di Kendal banyak yang Tetular oleh Orang Dekat di Sekitar

Peningkatan Pasien Positif Covid 19 di Kendal banyak yang Tetular oleh Orang Dekat di Sekitar

0
134

Jumlah pasien covid 19 di Kabupaten Kendal pada pekan terakhir ini masih menunjukkan peningkatan. Bahkan dalam satu pekan ini sudah mencapai 66 orang dari sebelumnya hanya 49. Masyarakat pun diminta untuk lebih mewaspadai penularan Covid-19. Pasalnya penularannya tidak lagi dari luar daerah, melainkan sudah transmisi lokal atau dalam satu rumah, tetangga dan satu desa.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, saat ini penularannya secara transmisi lokal. Rata-rata mereka yang positif pernah melakukan kontak langsung dengan penderita, baik itu keluarga maupun tetangga. “Setelah dilakukan kontak tracing atau penelusuran terhadap orang sekitar penderita oleh tim gugus tugas, kemudian di swab hasilnya positif,” katanya.

Ia mencontohkan dengan yang terjadi di Plantaran, Kaliwungu Selatan ada satu orang yang  positif. Setelah dilakukan kontak tracing, ternyata sudah menulari keluarga satu rumah dan tetangganya.  Begitu pula yang terjadi di Kecamatan Kaliwungu, Brangsong dan Kankung juga terjadi hal sama. Oleh karena itu yang perlu di waspadai saat ini tidak hanya transmisi eksternal atau penularan dari luar wilayah saja, karena orang yang terpapar Covid-19 ada disekitar kita. “Makanya, jaga jarak, memakai masker dan hindari jabat tangan ini saat ini sangat diperlukan dan itu butuh kesadaran semua masyarakat agar pasien Covid-19 ini tidak terus bertambah,” tandasnya.

Dari data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kendal, daerah yang paling banyak pasien positif virus koroan adalah Kecamatan Kaliwungu (11 orang), Bransong (delapan orang) dan Kaliwungu Selatan (tujuh orang). Selain itu di Kecamatan Kankung dan Kota Kendal masing-masing empat orang, Boja (tiga orang) dan Sukorejo (dua orang). Selain itu Kecamatan Ngampel, Rowosari, Weleri, Limbangan, Plantungan, masing-masing satu orang. “Jumlah total pasien covid-19 ada 66 orang, 19 orang sembuh, dalam perawatan di rumah sakit 44 orang dan tiga orang lainnya meninggal,” tuturnya.

Guna mencegah penularan, pihaknya terus mengaktifkan kelompok-kelompok gugus tugas di semua wilayah. Terutama dari daerah yang terjangkit untuk melakukan kontak tracing dengan melibatkan relawan.

“Karena yang perlu diwaspadai tidak hanya mereka yang positif. Bahkan yang berstatus PDP  atau ODP segera kami tangani. Karena ada satu kasus ODP meninggal. Setelah hasil swabnya keluar, ternyata positif Covid-19,” katanya.