Wali Murid tidak harus Beli Seragam Sekolah di Sekolah

Wali Murid tidak harus Beli Seragam Sekolah di Sekolah

0
132

Peserta didik ataupun wali berhak menentukan pembelian seragam sekolah tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Artinya, wali murid yang berhak menentukan apakah seragam sekolah akan dibeli secara pribadi ataukah dikoordinir dari pihak sekolah.


Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, ketentuan itu sudah selaras dengan apa yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.


Dalam Permendikbud Bab IV tentang Pengadaan dan Penggunaan Pasal 4 poin 1 dan 2, dijelaskan bahwa pengadaan pakaian seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orangtua atau wali peserta didik, serta tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau kenaikan kelas.
“Kita harus mengikuti peraturan Permendikbud tersebut, terkait seragam, sepenuhnya wewenang peserta didik ataupun wali murid, mau beli sendiri atau dikoordinir pihak sekolah tetap atas kesepakatan orangtua peserta didik,” terang Wahyu.


Wahyu mengingatkan kembali agar tidak terdapat sejumlah oknum yang menyalahgunakan ketentuan terkait pembelian seragam. Sedangkan pihak sekolah dapat menyediakan seragam sesuai ketentuan bersifat penyediaan tanpa ada paksaan untuk membelinya.Seragam sekolah yang wajib dikenakan peserta didik sudah diatur ketentuannya. Meliputi seragam nasional sesuai jenjang sekolah, seragam pramuka, dan seragam khas sekolah (batik) itu sendiri.

“Untuk seragam khas sekolah memang yang menyediakan pihak sekolah, kalau seragam lain bisa dibeli sendiri tanpa harus melewati jalur sekolah, namun ketentuan modelnya harus disesuaikan biar seragam. Namanya juga seragam,” ujarnya.


Wahyu juga mengimbau bagi warga yang merasa tidak mampu membeli seragam akibat melemahnya ekonomi dampak Covid-19, agar segera memberitahu pihak satuan pendidikan terkait. Nantinya, pihak sekolah dan dinas pendidikan akan mencarikan solusinya agar peserta didik tetap bisa sekolah sebagaimana mestinya.
“Khusus kebijakan Covid-19, kalau memang ada orangtua tidak mampu menyediakan seragam, bisa komunikasi dengan sekolah. Apakah nantinya menggandeng donatur atau mencari baju pantas pakai milik kakak angkatan. Jadi jangan sampai ada yang merasa dirugikan dan keberatan,” tuturnya.


Berdasarkan kalender pendidikan, para calon peserta didik baru tingkat SMP sederajat telah mengikuti proses daftar ulang sebelum masuk sekolah. Rencananya, kalender pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 tetap akan bergulir mulai 13 Juli mendatang.
“Sejak 29 Juni lalu hingga hari ini peserta didik melakukan daftar ulang. Beberapa sistem yang menunjang pembelajaran online seperti Aplikasi Jaga Ratu masih kita kembangkan agar bisa maksimal. Kita harap semua berjalan dengan baik,” terangnya.


Terpisah, Kepala SMPN 2 Kendal, Supardi mengatakan,terkait dengan seragam siswa, SMPN 2 memang menyediakan seragam sekolah melalui koperasi sekolah. Hanya saja, pihak sekolah tidak mewajibkan orangtua atau siswa untuk membeli di sekolah karena sifatnya hanya penyediaan bagi yang bersedia.
“Seragam prinsipnya kita sukarela, hanya menyediakan lewat koperasi sekolah. Khususnya bagi seragam batik dan seragam lainnya,” terangnya. 
Pihaknya telah merampungkan proses daftar ulang peserta didik baru sebanyak 265 siswa untuk mengisi kuota 8 ruang kelas.