Pasar Pagi Kaliwungu segera Ditempati, Penataannya Disesuaikan Era New Normal

Pasar Pagi Kaliwungu segera Ditempati, Penataannya Disesuaikan Era New Normal

0
90

Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu yang dulu terbakar pada Agustus 2017, kini sudah selesai. Pembangunan menggunakan konsep baru sesuai standar dari pemerintah pusat. Pasar Pagi Kaliwungu merupakan satu-satunya pasar di Jawa Tengah yang menerapkan konsep pasar gedung hijau, sehingga para pedagang akan merasa nyaman. Dengan ciri khas kubah masjid menandakan di Kaliwungu sebagai Kota Santri. Area pasar juga dilengkapi fasilitas pengolahan limbah, keamanan dengan 16 titik CCTV dan kran hidran.

Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu seluas 9.900 meter persegi menggunakan anggaran dari APBN sebesar Rp 34,678 miliar dari Kementerian PUPR.  Terdiri dari 184 kios dan 864 los yang diperuntukkan untuk 1.048 pedagang. Selain itu juga dilengkapi sarana umum seperti musala, Ipal, tempat MCK dan kantor pengelola pasar. 

Sekretaris Dinas Perdagangan Kendal, Safiah mengatakan, pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu sudah selesai seratus persen, sehingga pedagang yang sekarang menempati Pasar Pagi sementara di Sekopek Kaliwungu akan segera dilakukan pemindahan.  Bagian los sudah ditata sedemikian rupa, sehingga dalam menyambut New Normal, maka jarak antar pedagang sudah disesuaikan. Bahkan untuk jalan yang berada di los juga lebar. Nantinya pedagang dilarang menambah rak tempat dagangannya. Saat ini ada 184 kios dengan ukuran 3 x 4 dan yang berada di depan berukuran 4 x 6, sedangkan untuk los dalam disediakan 864 los. “Karena pada bulan November kontrak Pasar Pagi sementara sudah habis, maka pihak Dinas Perdagangan akan mengajukan supaya Pasar Pagi yang sudah selesai dibangun dalam masa perawatan supaya bisa ditempati terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu Pengurus Paguyuban Pasar Pagi Kaliwungu, Muhammad Fadil mengatakan, dalam pembangunan kios dan los masih menjadi polemik, sebab bagi pedagang lama maunya menempati lokasi sesuai dengan tempatnya sebelum terbakar.  Karena sekarang penataannya sudah berbeda, maka kami tetap mengutamakan padagang yang masih punya surat kuning atau izinnya masih hidup,” ujarnya.

Fadil berharap, dalam pembagian kios maupun los bisa sesuai dengan permintaan pedagang. Pasalnya, Pasar Pagi Kaliwungu merupakan pasar rakyat, sehingga pemerintah membangunkan pasar untuk rakyat. “Makanya rakyat atau pedagang juga minta haknya untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perdagangan,” katanya.