SMPN 1 Cepiring Adakan Workshop Pembelajaran Daring

SMPN 1 Cepiring Adakan Workshop Pembelajaran Daring

0
117

Tahun ajaran 2020/2021  akan segera dimulai  tanggal  13  juli mendatang.  Karena masih dalam  kondisi pandemi covid-19, maka  pemerintah masih mempertimbagkan  apakan  para siswa  harus   masuk sekolah atau  tetap belajar di rumah. Untuk itu pemerintah perlu  melakukan langkah langkah menggunakan  aplikasi pembelajaran jarak jauh melalui daring.

Panduan  melalui daring ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam mengatur satuan pendidikan. Prinsip utama dalam pembelajaran di tahun ajaran  2020/2021  adalah kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik, kepala sekolah/guru/ tenaga kependidikan dan keluarganya.

Sebagai persiapan pembelajaran secara daring, SMP Negeri 1 Cepiring Kendal mengadakan workshop terkait  dengan  pembelajaran jarak jauh melalui daring.  Kegiatan ini menghadirkan nara sumber dari  pengawas dan  kepala Dinas Pendidikan dan Kabupaten Kendal.

Kepala SMP Negeri  1 Cepiring, Zubaidi mengatakan,  karena saat ini dalam pandemi covid 19, maka  sementara siswa belum diperbolehkan  belajar  di sekolah dengan tatap muka. Pembelajaran akan dilakukan melalui  aplikasi daring, maka siswa bisa belajar dari rumah dan bisa dipantau langsung oleh guru.

“Nantinya  orangtua  siswa  akan dipanggil pihak sekolah untuk menerima buku  paket  sebagai materi belajar anaknya di rumah. Guru nantinya  akan membuat  video dan melakukan pembelajaran jarak jauah  melalui aplikasi daring,” katanya.

Kepala  Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, sesuai  Surat Kesepakatan bersama  Empat  Mentri,  pembelajaran jarak jauh tetap dilakukan, baik melaui daring maupun  luring.  

Untuk pembelajaran  daring  menggunakan  aplikasi sehingga, siswa tetap  bisa  mendapatkan pembelajaran  dari rumah, karena  sekalipun  di rumah  tetap  bisa  belajar.

“Karena saat ini  dalam keadaan kedaruratan, maka untuk  siswa  akan masuk sekolah  belum  jelas, apalagi di Kabuapetn Kendal  merupakan  zona merah sehingga  tidak mungkin  para siswa  akan dimasukkan sekolah,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, para guru dilatih cara membuat konten pembelajaran   dan mempraktekkan cara membuat  video  pembelajaran yang menarik. Para guru juga dilatih bagaimana memanfaatkan website sekolah untuk menampilkan informasi dan menampilkan materi ajar, sehingga dapat diakses oleh peserta didik dari rumah masing-masing.