Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Gunakan Penyedap Rasa Makanan sebagai Pengganti Pupuk

Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Gunakan Penyedap Rasa Makanan sebagai Pengganti Pupuk

0
99

Pada masa tanam padi sekarang ini, petani di Kabupaten Kendal kembali dihadapkan dengan susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi di pasaran.  Pupuk dengan jenis yang sama masih cukup banyak, namun harganya cukup mahal, bisa dua kali lipat dari harga pupuk bersubsidi. Tidak kurang akal, beberapa petani terpaksa menggunakan penyedap rasa masakan sebagai pengganti pupuk.

Muhammad Arifi, petani di Desa Dempelrejo Kecamatan Ngampel mengaku, pupuk bersubsidi jenis Urea dan ZA sulit dicari. Pupuk yang sangat dibutuhkan tersebut, sejak beberapa pekan ini sudah dicari di pasaran. Agar tidak mengalami gagal panen, ia menggunakan penyedap- rasa makanan sebagai pengganti pupuk. 

“Saya menggunakan penyedap rasa makanan untuk campuran, karena dulu pernah dicoba waktu menanam kacang hijau dan cocok, ternyata untuk tanaman padi juga cocok,” katanya.

Sementara itu menurut petani lainnya di Desa  Dempelrejo, Purwadi, kondisi kelangkaan pupuk hampir selalu dialami ketika musim tanam. Padahal pupuk sangat dibutuhkan supaya hasil panennya bisa melimpah.  

“Hampir setiap tahun jika musim tanam, pupuk bersubsidi sulit dicari. Kami berharap kepada pemerintah bisa mencarikaan solusi agar kondisi petani tidak ter[utuk,” harapnya.