Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bersama Para Nelayan di Kecamatan Rowosari

0
91

Kepala BP Jamsostek KCP Kendal menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan bersama nelayan-nelayan di Desa Gempolsewu, sekaligus memberikan santunan jaminan kematian kepada keluarga dari salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan. (14/7/2020)
Salah satu keluarga yang mendapat santunan yaitu bernama Ratih, istri dari Alm. Kusron yang meninggal dunia dikarenakan kecelakaan kerja. Ia merupakan nelayan di Desa Gempolsewu dan juga peserta dari BPJS Ketenagakerjaan yang mendapat santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.

Suriyadi selaku Kepala BP Jamsostek KCP Kendal mengatakan program ini adalah sosialisasi sekaligus bentuk pembuktian kepada para nelayan bahwa untuk melakukan klaim dapat dilakukan dengan cara yang mudah. “Ada warga yang tertimpa musibah, sebenernya negara hadir lewat BPJS. Karna kan ahli waris akan melanjutkan hidupnya. Nah, itu tadi Almarhum baru bergabung selama 3 bulan yang satu bulannya membayar Rp. 16.800,- baru 3 bulan sakit kemudian meninggal dunia. Maka kita bayarkan klaimnya sebesar Rp. 42.000.000,-” ujarnya.

Data jumlah nelayan yang ada di Kabupaten Kendal sebanyak 9000-an namun yang menjadi peserta baru 300-an nelayan. Maka dari itu masih perlu diadakannya sosialisasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan. “Jadi memang masih banyak lagi tugas kita untuk menyadarkan masyarakat. Bersinergi bersama Pemerintah Daerah, lewat DKP, HNSI kita melakukan bersama masyarakat di Kendal khususnya nelayan yang punya resiko pekerjaan tinggi dapat terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan ini,” tambahnya.

Kepala UPTD Tempat Pelelangan Ikan Kabupaten Kendal, Rofik berharap program ini dapat dilaksanakan tidak hanya di Kecamatan Rowosari saja. “Kami sangat respon dengan baik mengenai adanya program BPJS Ketenagakerjaan. Program ini juga harus dikembangkan, artinya tidak perpusat pada Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari saja, melainkan dikembangkan di Kecamatan lainnya. Karena nelayan yang ada di Kabupaten Kendal sangat banyak, namun yang menjadi peserta baru beberapa. Jadi sosialisasi seperti ini harus lebih digiatkan untuk lebih menyadarkan nelayan mengenai program BPJS Ketenagakerjaan yang ada di Kabupaten Kendal,” ujarnya. (Mahsunatul Riska / UNISSULA)