Disporapar Kendal Tunda Dibukanya kembali Fasilitas Olahraga, seperti GOR dan Stadion

Disporapar Kendal Tunda Dibukanya kembali Fasilitas Olahraga, seperti GOR dan Stadion

0
45

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal masih menunda membuka kembali fasilitas olahraga seperti stadion maupun GOR di Kendal. Hal tersebut lantaran kasus pasien Covid-19 di Kabupaten Kendal terus meningkat tajam mencapai 202 orang. 


Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disporapar Kendal, Ali Supriyanto mengatakan, pihaknya belum berani membuka stadion maupun gor olahraga guna mencegah penyebaran virus Corona. Padahal sbelumnya sudah mengajukan izin untuk dibuka kepada tim gugus dan bupati. “Melihat kondisi perkembangan kasus covid-19 terus bertambah, kita tahan dulu agar jangan dibuka,” terangnya, Rabu (29/7/2020).
Hingga saat ini sarana dan fasilitas olahraga yang ada di stadion maupun gor nganggur pun masih terkunci. Para atlet pun pun sementara masih tetap berlatih di rumah. Termasuk para atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Para atlet tetap berlatih mandiri di rumah. Walaupun Popda sudah dijawalkan Oktober nanti, tapi nyatanya sampai saat ini juga belum ada informasi lebih lanjut untuk kepastiannya,” tuturnya.


Ali menjelaskan, Kemenpora telah memberikan ketentuan untuk bisa membuka stadion maupun gor yang harus dipenuhi. Pertama, stadion bisa dibuka ketika angka covid-19 cenderung menurun. Selain itu harus menyediakan sarana cuci tangan, handsanitizer, Thermo gun, hingga mengatur jarak masyarakat. Oleh karena itu harus ada petugas yang mengawasi. “Kalau memang harus dibuka, kita harus persiapkan prosedurnya termasuk sarana pendukung dan harus ada petugas yang mengawasi jangan sampai ada kerumunan,” jelasnya.


Kasi Pembudayaan dan Sarana Prasarana Olahraga, Shinta Ayuningtiyas, menambahkan pihaknya sudah mengajukan anggaran ke Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Kendal untuk pengadaan sarana pendukung protokol kesehatan di tempat-tempat olahraga. Pasalnya, anggaran di Disporapar semula Rp 430 juta, kini menyisakan Rp 150 juta karena dialihkan untuk penangnan covid-19. Sisa anggaran tersebut hanya hanya dialokasikan untuk perawatan 5 gedung olahraga baik stadion maupun gor. “Tadinya dana awal juga untuk pembiayaan kegiatan olahraga, seperti penyelenggaraan kejuaraan hingga rekreasi. Namun kini hanya cukup untuk perawatan saja,” katanya.