Desa Kedunggading Ringinarum akan Dijadikan Desa Wisata Proklim

Desa Kedunggading Ringinarum akan Dijadikan Desa Wisata Proklim

0
151

Para penggerak warga dari Dusun Tapak Barat Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum melakukan study banding di Dusun Tapak Timur di desa setempat pada Selasa 11 Agustus 2020. Para penggerak warga  yang terdiri dari lembaga desa, perangkat desa, tokoh masyarakat dan ibu-ibu PKK datang ke dusun sebelah untuk belajar bersama tentang ketahanan pangan. 

Kepala Desa Kedunggading, Budiono mengatakan, Dusun Tapak Timur menjadi dusun percontohan program kampung iklim (Proklim) di desanya. Di dusun tersebut telah menyediakan lahan pekarangan yang ditanami berbagai sayur-sayuran, seperti terong, brokoli, tomat, berbagai jenis cabe, pohon singkong dan buah naga. Hasil panennya cukup bagus, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan diberikan kepada warga sekitar. Sebagian besar warga dusun tersebut juga telah memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ditanami berbagai jenis sayuran, yang hasilnya bisa dikonsumsi sendiri, dibagikan kepada tetangga, bahkan ada yang bisa dijual. “Sekarang di rumah-rumah warga rata-rata sudah menanam sayuran, dari yang semula hanya 5 polybag bertambah ada yang 10 sampai 15 polybag bahkan lebih,” katanya.

Kades Budiono berharap, dusun lainnya bisa mencontoh Proklim yang telah dilakukan di Dusun Tapak Timur. Oleh karena itu pihak desa mengajak dusun lainnya untuk study  banding atau belajar tentang Proklim di Dusun Tapak Timur. Para penggerak warga dusun bisa melihat cara menanam sayuran melalui polybag, mulai dari cara mencampur tanah yang akan dijadikan media tanam hingga cara merawat tanaman supaya tumbuh subur. Mereka juga diajak ke rumah-rumah warga yang di sekeliling rumahnya ditanami berbagai tanaman sayuran dan buah-buahan. “Harapannya setelah studi banding ini bisa langsung meniru dan mengajak warga lainnya,” harapnya.

Menurutnya, Proklim bisa diandalkan bagi masyarakat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. Ke depan jika semua dusun sudah menjalankan Proklim, maka Desa Kedunggading bisa menjadi Desa Wisata untuk dijadikan wisata edukasi tentang Proklim. Oleh karena itu, pihak desa akan memberikan 5 polybag secara cuma-cuma kepada tia-tiap rumah untuk dijadikan media tanam. “Sebagai stimulan, tiap rumah akan diberi 5 polybag supaya segera menanam sayuran di sekitar rumah masing-masing,” ujarnya.

Menurut Hj. Khuzaimah, warga Dusun Tapak Timur, dengan adanya Proklim yang digerakkan oleh desa ini sangat menguntungkan bagi warga. Pasalnya, hasil panennya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari atau diberikan kepada tetangga. Selain itu, bisa menjadi hiburan kala merawat tanaman yang tumbuh subur. “Proklim ini manfaatnya besar, yaitu kami bisa mengambil sayuran sendiri, tanpa harus beli, bahkan bisa menjadi hiburan tersendiri jika melihat tanamannya tumbuh subur,” katanya.