Kemarau, Penjualan Batu Bata di Kendal Meningkat

Kemarau, Penjualan Batu Bata di Kendal Meningkat

0
88

Usaha pembuatan batu bata di Kendal tidak terpengaruh dengan kondisi pandemi Covid-19. Hal ini terlihat di Desa Tamangede Kecamatan Gemuh yang merupakan pusat perajin batu bata, para pembuat batu bata masih bekerja seperti biasa. Setidaknya ada 60 tempat pembuatan batu bata masih aktif berproduksi.


Menurut salah seorang pembuat batu bata, Jumroh (55th), selama masa pandemi Covid-19 penjualan batu bata tidak mengalami penurunan. Bahkan saat ini, karena sedang musim kemarau, produksi batu bata mengalami peningkatan. Pembuatan batu bata memang tergantung dengan kondisi cuaca, karena untuk pengeringan tergantung dengan panas matahari. Jika musim penghujan biasanya dua bulan sekali bisa melakukan pembakaran, namun jika musim kemarau pembakaran bisa dilakukan satu bulan sekali. Sekali pembakaran sekitar 50 sampai 60 ribu batu bata. “Biasanya sehari setelah pembakaran sudah ada pembeli datang sendiri di sini,” katanya.


Pembuat batu bata lainnya, Busro juga mengaku, bahwa batu bata yang dibuatnya selalu habis terjual, karena sudah ada yang pesan. Di tempat pembuatan batu bata miliknya bisa memproduksi batu bata sekitar 60 ribu sampai 80 ribu biji per bulan. Namun jika musim penghujan kadang hanya bisa memproduksi sekitar 20 ribu batu bata per bulan, karena kendala cuaca, bahkan sampai dua bulan baru bisa melakukan pembakaran. Saat ini yang menjadi kendala adalah semakin sulitnya mencari tanah sebagai bahan baku pembuatan batu bata. “Tanah sawah sebagai bahan baku untuk membuat batu bata itu belinya agak sulit, karena diambil terus ya makin berkurang,” ujarnya.


Banyaknya pembangunan menjadikan batu bata banyak dicari. Pembeli batu bata tidak hanya dari wilayah Kabupaten Kendal, tapi ada juga pembeli dari daerah sekitar, seperti Batang, Pekalongan dan Semarang.