Penutupan Pasar Weleri Libatkan 140 Petugas, karena sekaligus Penertiban Pedagang Sayur-mayur di luar Pasar

Libatkan 140 Petugas, karena sekaligus Penertiban Pedagang Sayur-mayur di luar Pasar

0
147

Penutup Pasar Weleri pada Kamis (13/8/2020) sore berjalan lancar, meski sedikit ada kesalahpahaman. Tidak ada masalah bagi pedagang yang berada di dalam pasar, baik yang berada di bawah maupun di lantai atas. Walaupun para pedagang sudah diberitahu jadwal penutupan mulai pukul 15.00 WIB, namun masih ada beberapa pedagang yang masih mengemas barang dagangan, bahkan ada yang belum menutup kiosnya. Sementara kendaraan sepeda motornya masih terparkir di dalam kawasan pasar. Petugas pun tak peduli mulai melakukan penutupan pintu-pintu gerbang pasar, sehingga para pedagang membawa sepeda motor kebingungan ketika mau keluar dari area pasar. Mereka harus mencari pintu gerbang pasar yang belum ditutup untuk bisa keluar dengan sepeda motornya.

Kesalahpahaman terjadi pada pedagang sayur-mayur yang berada di luar pasar yang biasa buka dasar mulai sore hari. Puluhan pedagang sayur-mayur yang sebagian besar berasal dari daerah Temanggung itu tetap berjualan. Mereka hanya bergeser tempat di depan stasiun kereta api yang lokasinya persis di belakang pasar. 

Pada penutupan Pasar Weleri melibatkan 140 petugas, yang terdiri dari anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Kendal. Banyaknya petugas yang dilibatkan, karena tidak hanya melakukan penutupan, namun sekaligus melakukan penertiban, khususnya pedagang sayur-mayur yang berada di luar area pasar. 

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Cicik Sulastri mengatakan, penutupan Pasar Weleri selama tiga hari mulai Kamis (13/8/2020) dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pasalnya ada seorang pedagang, warga Weleri yang positif Covid-19. “Pedagang yang terkonfirmasi virus Corona itu warga lokal Weleri yang tidak diketahui asal-muasal tertular virus Corona. Bisa juga tertular dari pedagang dari luar daerah, maka pedagang sayur-mayur yang sebagian besar dari luar daerah Kendal pun ikut ditertibkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar (Satpolkar) Kendal, Toni Ariwibowo mengatakan, penertiban terhadap pedagang sayur yang berada di luar area pasar karena melanggar aturan. Berdasarkan Surat Edaran dari Bupati Kendal, pedagang sayur-mayur dan pedagang lainnya yang biasa berjualan di luar sekitar pasar hanya diperbolehkan berjualan mulai pukul 21.00 sampai 05.30 pagi. Faktanya, para pedagang sayur sudah mulai membuka lapak dagangannya sejak pukul 15.00 sore. “Karena melanggar aturan, ya harus ditertibkan, tidak boleh berjualan di luar jam yang telah ditentukan,” ujarnya.

Toni mengatakan, petugas yang berjumlah 140 orang akan terus memantau untuk menertibkan para pedagang selama 24 jam. Jam bertugas akan dibagi menjadi tiga shift yang fokusnya di tiga titik, yaitu di pertigaan depan stasiun kereta api, sekitar rel kereta Karangdowo dan depan Kantor PLN Weleri. “Tiga titik itu yang menjadi fokus pemantauan untuk menertibkan pedagang sayur-mayur dan kaki lima,” katanya.