Takmir Masjid Agung Kendal Perketat Protokol Kesehatan bagi Jamaah yang Memasuki Masjid

Takmir Masjid Agung Kendal Perketat Protokol Kesehatan bagi Jamaah yang Memasuki Masjid

0
84

Takmir Masjid Agung Kendal mulai memperketat protokol kesehatan bagi warga yang akan memasuki masjid. Langkah ini guna mengantisipasi lingkungan masjid agar tidak menjadi kluster baru penyebaran covid-19. Setiap orang yang akan memasuki masjid diharuskan mengenakan masker. Selain itu ada petugas yang mengecek suhu tubuh setiap jamaah yang hendak salat Jumat. Pihak takmir juga menyediakan tempat khusus bagi jamaah yang bersuhu tinggi.


Untuk mengingatkan kembali penggunaan masker, pihak takmir bekerja sama dengan tim gugus tugas Kendal memberikan masker dan mengecek suhu kepada semua jamaah salat. Bagi yang bersuhu tinggi, jamaah diminta ambil air wudhu terlebih dahulu setelahnya dilakukan tes suhu kembali. Jika masih bersuhu tinggi, diminta untuk memisahkan diri dari jamaah lain di tempat yang telah disediakan. Hal tersebut guna meminimalisir penyebaran virus corona.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, Asroi Tohir, mengatakan pemberian masker dimaksudkan untuk memastikan semua jamah salat Jumat menggunakan masker. Tujuannya supaya masjid tidak menjadi kluster baru penyebaran covid-19. Oleh karena itu protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan.
“Pembagian masker ini untuk mengedukasi supaya masyarakat dengan penuh kesadaran selalu memakai masker. Kita edukasi tanpa henti supaya masjid tidak menjadi kluster baru,” jelasnya di Kendal, Jumat (14/8/2020).

Seorang Jamaah, Heri Triswanto mengaku sangat mendukung pengetatan protokol kesehatan di masjid. Seperti pembagian masker dan pengukuran suhu tubuh serta mengatur jarak shof solat. Apalagi kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kendal sudah 398 orang, 31 di antaranya Pegawai ASN dan Non ASN di lingkungan Setda Kendal, DPRD, dan beberapa OPD di luar Setda Kendal.
“Tentunya ini bagus. Besok lagi tidak hanya di masjid saja, kalau bisa di musala-musala juga. Juga tempat lain yang banyak warganya,” katanya.