Polres Kendal Gelorakan Kampanye Ayo Pakai Masker

Polres Kendal Gelorakan Kampanye Ayo Pakai Masker

0
55

Polres Kendal menggelorakan Kampanye Ayo Pakai Masker dan Patuhi Protokol dalam Rangka Mewujudkan Pilkada Kabupaten Kendal 2020 yang Aman, Damai dan Sehat. Kampanye Ayo Pakai Masker yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso pada Kamis 10 September 2020 dilakukan bersama Pemkab Kendal, Kodim 0715 Kendal, KPU Kendal dan Bawaslu Kendal.

Kampanye Ayo Pakai Masker dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik pendukung semua pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Kendal 2020. 

Kampanye Ayo Masker ditandai dengan pemakaian masker kepada beberapa perwakilan elemen masyarakat di antaranya dari kalangan ojek online, tukang becak dan pedagang kakilima. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker kepada warga di Kota Kendal. 

Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana mengatakan, Kampanye Ayo Pakai Masker digelorakan agar Pilgub berjalan  aman, damai dan tidak menimbulkan klaster baru penyebaran covid 19.Untuk itu mengkampanyekan masker merupakan tugas bersama untuk saling mengingatkan. Bersama-sama menggaungkan memakai masker menjadi gaya hidup yang baru. “Harapannya supaya Pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran virus Corona, maka kami mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan agar mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Kapolres juga berharap agar Pilkada menjadi ajang pemersatu. Tidak boleh ada pecah belah di masyarakat. Oleh karena itu seluruh partai dan para calon harus bersama-sama menciptakan Pilkada yang aman dan damai.  “Pilkada adalah pesta demokrasi, maka seharusnya berlangsung aman dan damai,” ujarnya.

Sementara itu Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi harus sesuai protokol kesehatanm Selain itu harus menghindari adanya keramaian dan hindari konvoi massa yang berpotensi penyebaran virus corona. Oleh karena itu KPU harus tegas membatasi pertemuan-pertemuan di masa kampanye yang rawan penyebaran virus Corona. “Dalam kondisi pandemi, semua harus mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak terjadi cluster baru penyebaran virus corona di tengah pelaksanaan Pilkada,” katanya.