Warga yang kena Razia Masker di Kendal Didenda Maksimal Rp. 200 Ribu

Warga yang kena Razia Masker di Kendal Didenda Maksimal Rp. 200 Ribu

0
47

Seratus lebih pengguna jalan di Pegandon terkena razia operasi yustisi masker yang dilakukan oleh tim gabungan pada Senin 14 September 2020 pagi. Tim gabungan dari Satpol PP, Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan Kesbangpol Kendal merazia warga yang tidak membawa masker maupun yang membawa masker namun tidak dikenakan.

Kabag Ops Polres Kendal, AKP Winarno Panji Kusumo mengatakan, operasi masker akan digelar minimal tiga kali dalam seminggu. Pada operasi masker kali ini sudah menerapkan hukuman denda uang, sebagaimana tertuang dalam Perbup nomor 67 tahun 2020, yaitu bagi yang melanggar protokol kesehatan tidak memakai masker akan dikenakan denda maksimal Rp 200 ribu. “Sanksi denda sudah diberlakukan sejak Minggu kemarin, berdasarkan Perbup yang baru supaya dapat memberikan efek jera, sehingga akan selalu mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Kasi Kebangsaan dan Kewaspadaan pada Kesbangpol Kendal, Puji Sumaryono menambahkan, untuk kali ini masih ada keringanan denda bagi yang terkena razia masker, yaitu hanya dikenakan denda sebesar Rp 20 ribu. Khusus bagi yang masih di bawah usia 17 tahun, hukumannya berupa sanksi sosial, seperti menyapu, menyanyikan lagu Indonesia Raya atau mengucapkan Pancasila. “Kali ini masih ada kebijakan, dendanya hanya Rp 20 ribu,” katanya.

Menurut Ahmad Riyadi, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kendal, bahwa operasi yustisi hari ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk mencegah penyebaran covid 19 yang sampai saat ini masih cukup tinggi. “Razia kali ini dipusatkan di Pegandon, dengan melibatkan Satpol PP 40 personil, Polri 40 personil, TNI 40 personil dan Dishub 15 personil,” jelasnya.