Akhirnya Tes SKB Calon CPNS Formasi 2019 Dilakukan September 2020

Akhirnya Tes SKB Calon CPNS Formasi 2019 Dilakukan September 2020

0
136

Sebanyak 733 peserta akan mengikuti kelanjutan seleksi tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) formasi CPNS tahun 2019 Pemkab Kendal pada September ini. Terdiri dari formasi tenaga pendidik 433 peserta, formasi tenaga kesehatan 216 peserta dan formasi tenaga teknis 84 peserta. 

Lokasi tes SKB berada di 5 titik, yakni di BKN Pusat Jakarta tanggal 16 September 2020 diikuti 8 orang. Tes di Hotel UTC Semarang tanggal 19 September 2020 diikuti 692 orang. Tes di BKN Regional II Surabaya tanggal 22 September 2020 diikuti 3 orang. Tes di BKN Regional II Bandung tanggal 26 September 2020 diikuti 4 orang. Tes di BKN Regional 1 Yogyakarta tanggal 28 September 2020 diikuti 26 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal Cici Sulastri menjelaskan, sebelum pelaksanaan SKB, peserta harus melakukan tes rapid mandiri. Jika hasil tes rapidnya reaktif, maka harus menjalani swab dan menyampaikan hasil ke Panitia Seleksi Daerah. “Jika hasil swab terkonfirmasi positif, maka peserta wajib melaporkan kepada Panitia Seleksi Daerah, sebagai dasar BKN melakukan penjadwalan ulang,” katanya, Jumat (17/9/2020).

Bagi peserta yang terkonfirmasi positif covid 19, khusus keikutsertaan pada tanggal 19 September akan ditentukan oleh Rekomendasi Tim Kesehatan selaku Gugus Tugas. Berdasarkan laporan hasil tes swab ada 2 peserta yang terkonfirmasi covid 19. “Dari 2 peserta yang terkonfirmasi covid, pihak Tim Gugus Tugas tidak memberikan rekomendasi tes pada 19 September, sehingga akan dilakukan jadwal ulang,” ujarnya.

Pelaksanaan ujian menerapkan protokol kesehatan. Setelah ujian selesai, peserta langsung meninggalkan lokasi tanpa ada kerumunan, karena hasil tes, langsung dapat melalui kanal Streaming Youtube BKN.

Cici menambahkan, dari 733 peserta akan diambil 285 orang untuk diterima sebagai CPNS. Namun ada 18 formasi yang tidak ada pesertanya, yang sebagian besar dari tenaga kesehatan.  “Yang terbanyak dari tenaga kesehatan, di antaranya 7 dokter spesialis, 1 sanitarian dan tenaga rekam medis,” katanya.