Pengeringan Sungai Bodri akan Diperpanjang supaya Pengerukan Sungai bisa Optimal

Pengeringan Sungai Bodri akan Diperpanjang supaya Pengerukan Sungai bisa Optimal

0
55

Pengeringan sungai Bodri kiri dan Bodri kanan yang dimulai tanggal 1 – 25 September 2020 rencananya akan diperpanjang. Pengeringan sungai ini terkait adanya perbaikan saluran induk Sungai Bodri kiri dan Bodri kanan serta saluran sekunder kiri dan saluran sekunder kanan. Untuk saluran sekunder kiri meliputi saluran di Cepiring, Rejosari, Kaliyoso dan Pidodo, sedangkan saluran sekunder kanan meliputi saluran di Gubugsari, Trompo kanan, Trompo kiri, Ketapang, saluran suplesi Penut yang mengambil air dari Bodri kanan dimasukkan ke Kali Kendal. Semua saluran tersebut dikeruk untuk diambil sedimennya dan perbaikan bangunan di beberapa titik sungai.

Kepala Dinas PUPR Kendal, Sugiyono mengatakan, rencana perpanjangan waktu pengeringan sungai tersebut, karena melihat kondisi pekerjaan yang masih membutuhkan pengeringan. Selain itu Sungai Bodri saat ini kondisinya tidak ada air, sehingga jika saluran dibuka pun, air yang ada tidak bisa sampai ke sawah. Jika saluran dipaksakan dibuka pun, airnya tidak ada, maka pengeringan akan diperpanjang supaya pekerjaan pengerukan dan perbaikannya bisa terlaksana dengan baik.  “Untuk rencana perpanjangan pengeringan akan mengundang perkumpulan P3A, para petani dengan para kades terkait untuk membicarakan perpanjangan pengeringan ini,” katanya. 


Dijelaskan, bahwa Bendung Bodri dalam kondisi normal debet airnya sekitar 14 m3 per detik yang dibutuhkan untuk mengairi sekitar 10 ribu hektar sawah. Namun untuk kondisi saat ini, debet airnya tinggal sekitar 2 m3 per detik, sehingga jika airnya dibagi ke saluran timur dan barat yang masing-masing hanya 1 m3, maka akan hilang di tengah jalan sebelum sampai ke sawah. “Pengeringan akan diperpanjang supaya pengerjaan pengerukan dan perbaikan sungai bisa optimal, sementara jika saluran dibuka pun, airnya tidak sampai ke sawah,” katanya.

Dengan adanya perpanjangan pengeringan tersebut, Sugiyono menghimbau kepada para petani agar tidak segera melakukan penanaman, karena bisa mengakibatkan tanaman padi menjadi puso akibat kekurangan air. Dengan adanya pengeringan dan perbaikan Sungai Bodri, maka para petani menjadi sangat terbantu, karena aliran sungai menjadi lancar, sehingga kebutuhan air akan tercukupi. “Kendal sangat beruntung, karena selama dua tahun berturut-turut mendapat proyek dari Kementerian untuk pengerukan dan perbaikan sungai, yaitu pada tahun 2019 senilai 50 miliar dan tahun 2020 ini senilai 80 miliar dari kementerian,” ujarnya.