Di Wilayah Kendal hampir tak ada Rokok Ilegal

Peredaran rokok ilegal di wilayah Kendal hampir tak ada

0
81

Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Kendal bisa dibilang nyaris langka. Hal ini berdasarkan hasil razia rokok ilegal yang dilakukan oleh Satpol PP Kendal bersama Tim Gabungan sepanjang tahun 2020 ini hanya menemukan 4 merk rokok ilegal yang dijual di beberapa kios. 

Kepala Satpol PP dan Damkar (Satpolkar) Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, razia rokok ilegal terus dilakukan setiap tahun. Selama razia hanya menemukan beberapa merk rokok ilegal yang dijual di beberapa kios kecil. Belum pernah ditemukan industri rumahan yang memproduksi rokok ilegal. “Rokok ilegal yang ditemukan selama razia tahun ini hanya menemukan empat merk, dan tahun lalu juga sedikit hanya 5 merk,” katanya, Selasa (27/10/2020).

Dikatakan, selama tahun 2020 ini sudah dilakukan sebanyak 30 kali razia di seluruh kecamatan. Tiap kali razia menyasar sekitar 10 sampai 15 toko atau kios, mulai yang berada di jalur utama maupun masuk ke kampung-kampung. Kepada pemilik kios yang menjual rokok ilegal hanya diberi peringatan supaya tidak menjual lagi rokok ilegal.”Yang mempunyai kewenangan penindakan adalah Bea Cukai, maka hasil dari razia dilaporkan ke Bea Cukai Semarang,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Opsdal Satpolkar Kendal, Sido Rokhim menjelaskan, 4 merk rokok ilegal tersebut ditemukan dalam razia di Pegandon ada 1 merk, Plantungan 2 merk dan Patebon 1 merk rokok ilegal. Rokok ilegal tersebut dijual di kios kecil di kampung yang hanya menjual satu – dua bungkus rokok ilegal. “Penjual hanya ditutupi sales, sekedar sampel untuk dipajang,” katanya.