Lumba-lumba di Pantai Cahaya Rowosari Lahirkan Bayi dengan Sehat

Lumba-lumba di Pantai Cahaya Rowosari Lahirkan Bayi dengan Sehat

0
45

Lumba-lumba di Lembaga Konservasi Taman Satwa (LKTS) Pantai Cahaya Rowosari melahirkan bayi lumba-lumba pada tanggal 29 Juni 2020. Bayi lumba-lumba itu lahir dari breeding induk jantan Suares dan betina Camelia. Saat dilahirkan memiliki panjang kurang lebih 60 centimeter dan di usia 5 bulan saat ini, panjang bayi lumba-lumba yang tumbuh dengan sehat telah mencapai panjang 120 centimeter.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Jawa Tengah, Ilmi Budimartani mengatakan, kondisi bayi lumba-lumba terlahir dalam kondisi sehat dan diberi nama Sri Kurnia.
“Bu Menteri LHK yang memberi nama Sri Kurnia setelah BKSDA Jawa Tengah mengajukan nama kepada direktur, namun direktur malah mengajukan kepada Dirjen lalu sampai kepada Bu Menteri,” ungkap Ilmi usai menyerahkan surat kelahiran bayi lumba-lumba kepada Direktur PT WSI di Obyek Wisata Pantai Cahaya, Rabu (18/11/2020).

BKSA Jawa Tengah memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak LKTS PT WSI yang telah mendukung upaya penyelamatan satwa dilindungi dengan berhasil mengembangbiakan satwa lumba-lumba. “Mengingat tingkat keberhasilan breeding dan tingkat hidup bayi lumba-lumba sangat rendah, kelahiran Sri Kurnia menjadi tantangan bagi PT WSI untuk melakukan kajian saran dan prasana kolam, nutrisi dan mikroklimat yang sesuai untuk mendukung breeding,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT WSI Yanuar Handoko mengaku, kelahiran bayi lumba-lumba di Pantai Cahaya adalah kelahiran bayi lumba-lumba yang ke lima dari indukan yang berbeda. Perawatan bayi lumba-lumba yang kini berusia 5 bulan tidak ada kendala apapun meski saat ini berada di masa pandemi covid-19.
“Kami berharap, breeding yang dilakukan oleh PT WSI bisa terus berjalan dengan baik dan 5 tahun mendatang bisa lahir bayi lumba-lumba lagi,” harapnya.

Humas PT WSI dr Vian mengatakan, sejak lahir, induk dan bayi lumba-lumba ditempatkan di kolam yang terpisah dengan lumba-lumba yang lain. Hal ini dilakukan demi mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi pada bayi lumba-lumba akibat ulah liar lumba-lumba dewasa.
“Bayi lumba-lumba ini selalu bersama dengan induknya agar mempermudah bayi lumba-lumba menyusu pada induknya,” terangnya.

Bayi lumba-lumba paling tidak selama satu jam menyusu induknya sampai 7 kali hingga bayi lumba-lumba berusia 2 tahun.