Ada 20 Faskes di Kendal belum Konsisten Layanan Antrian Online

Ada 20 Faskes di Kendal belum Konsisten Layanan Antrian Online

0
495

Swara Kendal.com : Sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Kabupaten Kendal masih belum optimal menerapkan layanan pendaftaran antrian online dan konsultasi online. Hal ini terungkap saat Rapat Evaluasi Peningkatan Sinergi BPJS Kesehatan dengan FKTP dalam Optimalisasi Pelayanan Primer BPJS Kesehatan, yang digelar di Gedung Abdi Praja, Rabu (21/9/2022).

Kabid Penjaminan Manfaat Primer, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran, Noerwida Rahayu mengatakan, di Kabupaten Kendal sudah ada 90 FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri dari puskesmas, Klinik Pratama, dokter praktek perorangan dan dokter gigi perorangan. Rapat evaluasi ini untuk mendorong seluruh FKTP agar konsisten mengimplementasikan antrian online, yang terkoneksi dengan mobile JKN BPJS Kesehatan. Selain itu, juga melakukan konsultasi layanan online supaya benefit pelayanan bagi peserta JKN bisa diberikan lebih baik.  “Tahun kedua kerjasama BPJS dengan FKTP ini, targetnya seluruh FKTP itu sudah optimal menerapkan layanan pendaftaran antrian online ini,” tandasnya.

Noerwida mengatakan, di tahun kedua kerja sama ini, masih ada 20 FKTP di Kabupaten Kendal yang implementasinya belum konsisten, sehingga pasien menjadi terhambat untuk mengambil antrian melalui aplikasi mobile JKN. Dengan layanan antrian online itu, peserta JKN dimungkinkan untuk mengambil antrian sebelum datang ke faskes, sehingga peserta JKN mendapatkan kepastian layanan, karena sudah mengetahui jam buka pelayanan. “Jika sudah mendapat antrian, maka pasien bisa memonitor antrian yang sedang berjalan pada nomor berapa. Harusnya FKTP konsisten menjalankan setiap hari, ketika buka pelayanan, supaya bisa diakses oleh peserta atau calon pasien,” jelasnya. 

Dikatakan, khusus puskesmas, masih ada 8 puskesmas yang pendaftaran antrian online belum berjalan baik. Salah satunya adalah Puskesmas Patean. Eny Hidayaningsih petugas Puskesmas Patean mengakui, masih ada kendala dalam layanan pendaftaran antrian online, karena masih menggunakan dua aplikasi yang berbeda, yakni Sinpus dan BPJS. Kendala lainnya, karena jaringan internet kurang lancar, bahkan masih banyak lokasi yang tidak terjangkau jaringan internet. “Sebenarnya sudah implementasi, cuma belum maksimal, karena masih ada dua aplikasi, tapi sekarang mau proses supaya bisa berjalan dengan baik,” katanya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.