Ada Seorang Guru Positif Covid-19, PTM di SMP Negeri 2 Kendal Dihentikan Sementara

Ada Seorang Guru Positif Covid-19, PTM di SMP Negeri 2 Kendal Dihentikan Sementara

0
196

Swarakendal.com : Pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 2 Kendal, sejak Rabu 2 Februari 2022 sementara dihentikan. Penghentian PTM ini setelah diketahui ada satu orang guru yang positif Covid-19 pada Senin lalu. Tindak lanjut lainnya adalah dilakukan tes swab PCR kepada semua guru dan beberapa pegawai pada  Kamis 3 Februari 2022. Mereka adalah guru dan pegawai yang kontak erat dengan guru tersebut.

Kepala SMPN 2 Kendal, Waluya Suhana mengatakan, guru tersebut memberitahu terkena Covid-19 kepada pihak sekolah pada Senin lalu. Ia terkena Covid-19 setelah kontak erat dengan anggota keluarga dari Semarang. “Setelah mendapat kabar itu, kami melaporkan ke Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19, puskesmas, juga ke Babinkamtibmas dan Babinsa. Setelah laporan, diminta untuk melakukan tes swab PCR yang hari dilakukan,” jelasnya.

Petugas tes swab dari Puskesmas Kendal 2, Marhaban mengatakan, sebanyak 46 guru dan beberapa pegawai telah dilakukan tes swab PCR. Hasil dari tes swab biasanya sudah bisa diketahui pada sore atau malam harinya. Selanjutnya dilaporkan kepada Satgas Covid-19 untuk menentukan langkah berikutnya. “Yang tes swab ada 46 guru, dan tes swab ini langsung kami serahkan ke RSDC, untuk hasilnya bisa sore atau malam nanti,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, untuk kasus di SMPN 2 Kendal sudah diambil langkah sesuai prosedur. Selain PTM dihentikan sementara, juga melakukan tes swab antigen terhadap guru dan pegawai. “Sementara PTM akan dihentikan selama 5 hari, jika kondisi baik dan tidak ada kasus Covid-19, maka PTM bisa dilanjutkan lagi,” jelasnya.

Di SMPN 2 Kendal ini terdapat 759 siswa. Untuk sementara melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.