Angka Kematian Ibu Melahirkan di Kendal masih Tinggi?

0
979

Angka kematian ibu melahirkan di Kab Kendal di tahun 2015 lalu masih tergolong tinggi. Sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal jumlah kematian ibu melahirkan tercatat ada 23 orang. Angka ini menduduki 10 besar jumlah kematian ibu melahirkan di Jawa Tengah.

Di tahun 2016 ini angka kematian ibu melahirkan sampai akhir Maret tercatat ada 2 orang. Angka ini berada di posisi 29 dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah Kabid Pelayanan Kesehatan DKK Kendal dr Saechu mengatakan, terus berupaya untuk menekan angka kematian ibu melahirkan di Kab Kendal. Upaya yang dilakukan adalah mengharuskan dalam penanganan ibu melahirkan ditangani minimal oleh dua petugas. Seperti bidan desa, saat menangani ibu melahirkan harus dibantu bidan lain. Hal ini karena dalam proses melahirkan itu yang ditangani ibu dan bayi, sehingga dibutuhkan dua orang untuk menangni, supaya penanganan ibu dan bayi benar-benar maksinal.

Dokter Saechu mengatakan, peraturan penanganan ibu melahirkan oleh dua petugas, mulai dijalankan tahun 2016 ini. Untuk itu, bidan desa harus membuat MoU atau kerjasama dengan bidan lain yang terdekat. “Jadi, bidan desa harus membuat MoU, dengan bidan mana yang diajak kerjasama,”katanya.

Keharusan penanganan ibu melahirkan minimal oleh dua orang mulai diinstruksikan oleh Menteri Kesehatan di tahun 2015 kemarin. Dokter Saechu mengatakan, untuk Kab Kendal mulai diwajibkan di tahun 2016 ini. Selama ini kasus kematian ibu melahirkan banyak disebabkan karena pendarahan dan tekanan darah yang tinggi. Sehingga jika penanganan tidak maksimal, maka bisa berakibat fatal sampai pada kematian.
“Kepada masyarakat, jika mau melahirkan agar ditangani oleh petugas kesehatan, dan jangan tidak ditangani orang yang tidak ahlinya,”harapnya.

Ketua DPRD Kendal H Prapto Utono berharap pihak DKK Kendal harus aktif untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kepada Puskesmas atau pisak desa agar lebih intensif melakukan penyuluhan. “Untuk penyadaran kepada masyarakat harus lebih intensif. Bukan hanya masalah kesehatan, tapi yang lainnya,”katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.