Badan Pangan Nasional bersama BKKBN Pusat Gelorakan Gerakan Gemar Makan Telur

Badan Pangan Nasional bersama BKKBN Pusat Gelorakan Gerakan Gemar Makan Telur

0
221

Swarakendal.com : Badan Pangan Nasional dan  BKKBN mengadakan gerakan makan telur bagi masyarakat untuk mencegah stunting. Gerakan makan telur ini ditandai dengan melakukan makan telur bersama di Lapangan Desa Kebumen Kecamatan Sukorejo Kendal, Minggu (25/9/2022). Ada 15.077 butir telur ayam matang yang dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Kegiatan ini diikuti Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun dan Bupati Kendal serta dinas terkait, yang diawali dengan jalan sehat. Acara makan telur bersama ini sebagai gerakan mengurangi angka stunting, sebab di Kabupaten Kendal, terutama di wilayah atas masih banyak anak yang mengalami stunting. Dengan  gizi dan protein yang seimbang, maka anak bisa tumbuh dan berkembang dengan  normal.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan, kolaborasi ini juga untuk meningkatkan ekosistem di bidang pangan. Pasalnya, peternak bisa mendapatkan harga telur yang baik, sehingga para pedagang bisa lebih untung dan masyarakat bisa mendapatkan telur dengan kualitas yang baik.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam menurunkan angka stunting. Selain itu juga menjadi bentuk kolaborasi antara Badan Pangan Nasional dengan BKKBN Pusat, Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Kendal dan Koperasi  Peternak Unggas,” katanya.

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo mengatakan, saat ini angka stunting di Jawa Tengah mencapai 20 persen. Adapun angka stunting di Kabupaten Kendal mencapai 21 persen. Oleh karena itu pihaknya merespon positif kolaborasi untuk penurunan stunting. “Produksi telur di Kabupaten Kendal ini cukup melimpah, sehingga mudah bagi setiap warga, khususnya ibu hamil dan balita bisa mengkonsumsi telur untuk penurunan stunting,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, penurunan stunting di Jawa Tengah sangat signifikan. Pada tahun 2018 angka stunting di Jawa Tengah mencapai 27 persen. Menurutnya, penanganan stunting bukan hanya dilakukan sejak bayi lahir, melainkan sejak masih calon ibu atau ketika masih remaja, yakni dengan mengkonsumsi tablet tambah darah. “Dengan kegiatan makan telur bersama ini, diharapkan masyarakat lebih sadar tentang pentingnya penanganan stunting, sehingga kasus stunting bisa ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Ketua Pinsar Jawa Tengah sekaligus Ketua Koperasi Unggas Kabupaten Kendal, Suwardi mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian para peternak ayam petelur untuk membantu pemerintah dalam menekan angka stunting. Suwardi berharap, pemerintah bisa memulai melakukan gerakan makan telur seminggu sekali,  terutama pada pelajar dengan menggunakan anggaran  BOS. “Kerja sama pemerintah atau sekolah dengan peternak ini untuk anak-anak  semua sehat dan cerdas,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.