Banyak Sekolah Negeri Kesulitan Bikin Laporan Asetnya

Pengarahan pencatatan aset daerah di sekolah

0
1029

Badan Keuangan Daerah Pemkab Kendal bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengadakan pengarahan tentang laporan aset daerah kepada SD dan SMP negeri di Kab Kendal. Kegiatan yang diadakan di Pendopo Kab Kendal dibagi dua gelombang, yaitu hari Rabu 12 April yang diikuti 200 sekolah, dan hari Kamis 13 April diikuti 400 sekolah.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Bekauda Pemkab Kendal, Aris Irwanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar sekolah-sekolah bisa memberikan laporan pencatatan semua barang aset daerah dengan benar. Aris mengatakan, semua aset milik sekolah harus dicatat dalam laporan, termasuk barang-barang pemberian dari pihak lain, seperti pemberian dari wali murid atau pihak lainnya. “Semua aset atau barang milik sekolah harus dicatat, bukan hanya aset yang dibeli dari anggaran pemerintah, tapi juga barang-barang pemberian,”kataAris usai pengarahan di Pendopo Kab Kendal Kamis (13/4/2017).

Dikatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam laporan aset, di antaranya aset yang bukan milik pemkab supaya tidak dicatat, seperti SD Inpres yang menempati lahan milik desa, sehingga harus dikeluarkan atau tidak dicatat. Untuk aset yang rusak juga harus dicatat, dan tidak boleh dibuang sebelum dilakukan penghapusan. “Untuk barang pemberian itu harus dicantumkan harganya, demikian pula barang yang dibuatsendiri juga harus ada nilainya,”jelasnya.

Aris menegaskan, laporan harus segera dibuat karena akan dilakukan pemeriksaan oleh BPK, sehingga administrasi barang, seperti berita acara pemberian barang harus dibuat, juga administrasi penghapusan untuk barang yang rusak juga harus segera dibuat. Dengan adanya pengarahan ini diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan dalam pembuatan laporannya. “Semuanya harus tertib administrasi,”tegasnya.

Guru Irawati dari SD Peron 1 Limbangan mengaku mengalami kendala terkait proses penghapusan dengan barang-barang yang sudah rusak dan tidak terpakai.  Demikian pula Kepala SD 1 Gindang Limbangan Iswanto juga mengalami kendala dalam pencatatan untuk barang-barang pemberian dari pihak lain. “Saya tadinya bingung tentang proses penghapusan barang,”kata Irawati.