Desa harus Alokasikan 8 Persen Dana Desa untuk Penanganan Covid-19

Desa harus Alokasikan 8 Persen Dana Desa untuk Penanganan Covid-19

0
62

Bagi desa yang belum mengalokasikan minimal 8 persen Dana Desa untuk penanganan Covid-19, diminta untuk segera melakukan refocusing anggaran. Hal itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 3 tahun 2021 dan Instruksi Menteri Desa PDTT No. 1 Tahun 2021 terkait pelaksanaan PPKM berskala mikro dan penanganan covid-19. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan Surat Edaran kepada seluruh desa terkait dengan alokasi anggaran minimal 8 persen dari Dana Desa untuk penanganan Covid-19 dan pelaksanaan PPKM berskala mikro. Tujuannya untuk mempercepat pencegahan Covid, utamanya PPKM mikro supaya berjalan dengan baik dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19. “Bagi desa yang belum mengalokasikan anggaran minimal 8 persen Dana Desa untuk penanganan Covid-19, maka harus melakukan refocusing dengan merubah anggaran melalui Peraturan Kepala Desa,” katanya.

Wahyu mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui Surat Edaran dan video conference dengan para camat. Anggaran tersebut bisa digunakan untuk kegiatan sosialisasi 3M, 3T,  kebutuhan rumah isolasi dan support bantuan sembako supaya PPKM berjalan dengan baik.

“Sosialisasi sudah dilakukan, baik melalui Surat Edaran maupun video conference dan sekarang desa-desa sudah melaksanakan. Untuk besarnya anggaran tergantung besarnya Dana Desa masing-masing desa, karena tiap desa berbeda-beda, dan untuk Kabupaten Kendal, besarnya Dana Desa ada yang 800 juta sampai 1,5 juta rupiah,” jelasnya. 

Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Brangsong, Edi Kadarisman mengatakan, pihak desanya sudah mengalokasikan anggaran 8 persen Dana Desa untuk penanganan Covid-19. Anggaran tersebut di antaranya dialokasikan untuk pembelian masker, disinfektan, rompi relawan dan sembako supaya warga yang isolasi mandiri. “Untuk alokasi 8 persen anggaran Dana Desa, kami sudah melaksanakan,” ujarnya.

Anggaran tersebut diharapkan dapat mempercepat pencegahan virus Corona. Selain itu juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.