Dinas Pusdataru Jateng Bangun Tanggul Kalibodri di Desa Lanji dengan Pondasi dari Bored Pile

Dinas Pusdataru Provinsi Bangun Tanggul Kalibodri di Desa Lanji dengan Pondasi dari Bored Pile

0
64

Swarakendal.com : Pembangunan tanggul Kalibodri di Desa Lanji Kecamatan Patebon yang sudah dikerjakan sejak Maret lalu ditargetkan selesai akhir November 2021. Pembangunan tanggul beton dengan pondasi dari bored pile dikerjakan oleh Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah dengan anggaran sebesar 6,1 miliar.

Tanggul beton tersebut untuk mengatasi ancaman banjir akibat terkikisnya tanggul tanah oleh gerusan arus sungai saat musim hujan. Beberapa kali tanggul tanah yang hanya dipagari tanggul darurat berupa bronjong mengalami bocor. Jika tidak diatasi dengan tanggul beton yang permanen dikhawatirkan terjadi jebol, yang mengancam banjir besar ke pemukiman warga di Kecamatan Patebon dan Kecamatan Kendal.

Kepala Bidang Sungai Bendungan Pantai Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Kunarto mengatakan, konstruksi bangunan tanggul tersebut melalui konsultan dari Undip Semarang, baik dari Sipil maupun Geologi untuk menyelidiki kondisi tanah, sehingga bisa diketahui konstruksi yang tepat. Dari hasil kajian tersebut yang paling baik berupa pondasi dari bored pile beton. “Selama satu tahun, kami melakukan konsultasi dengan Undip dan melakukan uji coba langsung di lokasi,” katanya.

 
Kepala Dinas PUPR Kendal, Ir. Sugiono mengatakan, kondisi tanah di area tanggul merupakan tanah bergerak, sehingga diupayakan dengan pondasi yang dalam dengan bored pile. Konstruksinya untuk bagian bawah dengan bored pile sedalam 12 meter. Juga ada tiang pancang mini pile dengan kedalaman 9 – 10 meter, kemudian diikat dengan pile cap selebar 4 meter dengan tebal 1 meter. Tinggi pile cap dengan dinding penahan tanah berupa beton bertulang setinggi 6 meter, tebal beton bertulang bagian atas 40 cm dan bagian bawah 1 meter.


“Panjang tanggul yang dibangun ini 200 meter. Sebenarnya titik lemah tanggul sepanjang 170 meter, namun supaya aman, maka yang dibangun menjadi 200 meter,” katanya.