Dua Desa di Kecamatan Boja Gelar CAT Seleksi Perangkat Desa di STIE Semarang

Dua Desa di Kecamatan Boja Gelar CAT Seleksi Perangkat Desa di STIE Semarang

0
475

Swarakendal.com :  Sebanyak 24 peserta dari Desa Tampingan dan Bebengan Kecamatan Boja Kabupaten Kendal mengikuti  tes  computer assisted  test atau CAT calon  perangkat desa. Pelaksanaan tes bekerja sama dengan STIE Semarang  selaku asesor penyelenggara tes CAT. Tes dilakukan di kampus Stie Semarang pada Sabtu (5/6/2021) dalam waktu  90 menit dengan  100  soal pilihan ganda.

Ketua Tim Penjaringan dan  Penyaring Perangkat Desa (TP3D), Suatno mengatakan, panitia   melakukan penjaringan sejak bulan April dan  mencari asesor untuk pelaksanaan CAT calon perangkat desa. Pelaksanaan  tes perangkat desa  tidak  serentak se kabupaten, tergantung kesiapan masing masing kecamatan. “Untuk asesor yang  menyelenggarakan  CAT  tidak hanya  Stie semarang, tetapi terserah pada  masing masing desa, mau menggunakan LPMP atau Stie atau yang lain  tidak diharuskan,” katanya.

Untuk Kecamatan  Boja sebenarnya ada  26 peserta, namun ada dua  peserta yang mengundurkan diri sehingga  tinggal  24 peserta. Dari 24 peserta   terdiri dari dua desa, yakni Desa  tampingan dan  Ngabean untuk  calon perangkat desa  kepala dusun dan  kasi pemerintahan. 

Sementara  Ketua Tim  Asesmen Stie  Semarang, Jefri Heridiansa mengatakan, panitia  melaksanakan  CAT  secara  terbuka dan  tidak ada  rekayasa, sehingga seandainya ada  yang  mempertanyakan  tidak terbuka   atau  bisa dimainkan  nilainya, silahkan  cek semua. Sebab  secara  otomatis  sistem per tiga detik akan melakukan penilaian sehingga  nilai yang dikerjakan peserta  langsung muncul, sehingga  tidak  ada  rekayasa  atau permainan.

Tim asesmen  memberikan  100  soal dengan  waktu mengerjakan 90 menit. Jika sebelum 90 menit  selesai, maka peserta  bisa  melakukan koreksi  atau merubah jawaban yang dianggap  salah untuk dibenarkan. Namun jika  baru satu jam  peserta  selesai langsung  close, maka  peserta tidak bisa merubah jawaban. “Jika sebelum waktu habis sudah close, maka  peserta  sudah tidak bisa  mengoreksi  jawaban tersebut, namun selama   komputer belum belum  close bisa merubah  jawaban,” jelasnya.

Jefri menambahkan, usai  mengerjakan tes, para  peserta  bisa langsung  melihat  nilai yang diperoleh masing masing peserta. Jika  nanti ada  nilai  yang sama,  maka akan dilakukan penilaian  Pancasila, Undang-undang Desa  dan seterusnya.  Jika  nilainya  masih tetap sama, maka akan dilakukan  pleno untuk ditetapkan  tes ulang.

Materinya seputar kewarganegaraan,  pengetahuan umum, Undang-undang Desa dan  Bahasa Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.