Dua Desa di Kendal Jadi Pilot Projek Pembiayaan LKMA

Dua Desa di Kendal Jadi Pilot Projek Pembiayaan LKMA

0
68

Swarakendal.com : Kabupaten Kendal menjadi pilot projek Pengembangan dan Perluasan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro di Indonesia. Sebagai percontohan baru digulirkan kepada dua Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA), yakni LKMA Desa Mojoagung Plantungan dan Desa Tampingwinarno Sukorejo. 

Kerja sama ini awalnya diprakarsai oleh Ririn Kadariyah, Direktur Utama Badan Layanan Umum PIP  dan Bupati Kendal Dico M Ganinduto. Dari pembicaraan keduanya, yang ingin membantu para petani yang tidak bisa akses ke perbankan akhirnya tercetus ide pembiayaan LKMA.

Kerjasama ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerjasama antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, Kementerian Pertanian, dan PT Jamkrida Jateng tentang Pengembangan dan Perluasan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro. Penandatangan ini dilakukan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (23/6/2022).

Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, adanya kerjasama ini, petani mendapatkan kemudahan pinjaman tanpa agunan, mulai 2 juta sampai 20 juta. Sebagai percontohan baru diberikan kepada dua LKMA, yakni LKMA Desa Mojoagung dan LKMA Desa Tampingwinarno. Kemudahan pinjaman ini karena ada jaminan dari Pemkab Kendal. 

“Dukungannya terhadap PIP tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan dari Pemkab Kendal. Dukungannya Pemkab Kendal memberikan biaya untuk jaminannya, yaitu Pemkab Kendal membayar premi kepada Jamkrida untuk jaminan kepada para petani yang mendapatkan pinjaman,” jelasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto mengatakan, masih banyak petani yang tidak bisa akses mendapatkan pinjaman melalui perbankan, karena adanya persyaratan, sehingga banyak petani yang tidak bisa mengembangkan usaha taninya. Maka dengan adanya kerjasama ini, petani yang tidak bisa akses ke perbankan, sekarang bisa mendapatkan pinjaman. “Harapannya, agar bisa ditingkatkan lagi melalui kerjasama korporasi, sehingga pinjaman tidak hanya untuk pertanian, tetapi bisa untuk pengembangan usaha pertanian lainnya, seperti usaha perdagangan dan usaha pengolahan hasil pertanian,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, LKMA merupakan pengembangan dari usaha agribisnis pertanian (UAP), berupa bantuan dari Kementerian Pertanian yang digulirkan mulai tahun 2010 sampai 2017. Dalam perjalanannya banyak yang tidak bisa berkembang. Dan yang bisa berkembang akhirnya menjadi LKMA. Untuk plafon pinjaman pun bertambah, dari semula Rp 100 juta, sekarang menjadi miliaran rupiah. “Ini mau dikembangkan, untuk UAP yang tidak bisa berkembang itu akan dijadikan satu atau dimerger atau bikin korporasi supaya bisa berkembang, sehingga modalnya menjadi kuat, akses pinjamannya semakin luas,” jelasnya.