Forhati Kendal Gelar Workshop Metode Menghafal Al-Qur’an dengan mudah

Forhati Kendal Gelar Workshop Metode Menghafal Al-Qur'an dengan mudah

0
97

Swarakendal.com : Forum HMI-wati (Forhati) Kabupaten Kendal bersama Askar Kauny mengadakan Workshop Mudah Menghafal Al Qur’an di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Minggu (31/7/2022). Workshop diikuti sekitar 550 peserta secara offline, yang juga diikuti melalui zoom meeting sebanyak 50 peserta. Peserta tidak hanya dari pondok pesantren, tetapi banyak juga guru Paud, guru TK, organisasi wanita, organisasi kemasyarakatan dan lainnya.   

Ketua Forum Forhati Kendal, Dwi Siamintarsih mengatakan, workshop ini merupakan bentuk kegiatan yang mendukung visi Askar Kauny untuk menciptakan berjuta penghafal Alquran melalui visinya Indonesia Mudah Menghafal Al Qur’an. Forhati menggandeng Askar Kauny, pencetus metodologi menghafal Al Quran dengan metode Kauny. “Metode Kauny yaitu metodologi mempermudah menghafal Al Quran dengan gerakan panca indra dan organ tubuh, mulai dari telinga, tangan, mulut untuk menyatukan dalam menghafal dan memahami ayat Al Quran,” jelasnya. 

Menurutnya, kondisi sosial kemasyarakatan saat ini cukup memprihatinkan, karena banyak peristiwa yang membuat hati miris, yang merugikan perkembangan kualitas masyarakat secara luas. Perilaku seks bebas, narkoba, minuman keras dan perilaku menyimpang sebagai penyakit masyarakat harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak. “Kegiatan ini merupakan upaya dari Forhati untuk membangun kondisi sosial kemasyarakatan yang kondusif, khususnya di Kendal, yakni masyarakat yang agamis, kreatif dan memiliki intelektual yang mumpuni,” tandasnya.

Dwi berharap, dengan semakin banyak generasi muda yang dapat menghafal Al Qur’an, diharapkan dapat melahirkan generasi penerus yang berkualitas secara intelektual juga memiliki benteng yang kokoh untuk mencegah perilaku negatif. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi yang erat antara ulama, umaro, lembaga pendidikan, tokoh-tokoh masyarakat, politisi dan organisasi kemasyarakatan untuk mewujudkan program-program yang bertujuan melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an. Patut digarisbawahi, Al-Qur’an tidak sekedar dihafal, melainkan dipahami isinya secara mendalam.  Menghafal Al Qur’an dg metode Kauny merupakan pilihan karena selain menghafal juga sekaligus mengerti maksud ayat ayat yang dihafalkannya. “Forhati menggandeng pemerintah, DPRD Kendal, perusahaan, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya, sehingga penyelenggaraan workshop dan ke depannya dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Forhati mengajak untuk menggiatkan membaca, menghafal  dan memahami Al-Qur’an dari lingkungan terkecil, yakni, keluarga. Memakmurkan musholla dan masjid untuk secara konsisten dan intensif menggalakkan membaca Al Qur’an sebagai kebutuhan hidup.

Para santri yang belajar menghafal Al Quran, baik yang di pondok pesantren maupun mengikuti secara online tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk wilayah Kendal sudah dirintis di Masjid Al Amin di Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri. 

Mohammad Amin, perintis Masjid Al Amin mengatakan, saat ini sudah mulai dirintis pondok untuk para santri penghafal Al Quran dengan metode Kauny. “Di Masjid Al Amin ini, kami mau bikinkan ma’had juga atau pondok pesantren untuk santri-santri penghafal al Quran metode Kauny,” ujarnya.