Gajah Penghuni Bonbin Curugsewu, Mati

0
975

Swarakendal.com – Seekor gajah bernama Lido, primadona penghuni kebun binatang mini di Curugsewu Patean Kendal Senin (23/11) siang mati. Gajah satu-satunya yang sudah menghuni Curugsewu sejak 2005 kemungkinan mati karena usia sudah tua, 88 tahun. Pasalnya menurut Sisworo, pawang yang memelihara gajah tersebut, sebelum mati tidak ada tanda-tanda sakit, hanya saja sehari sebelum mati, gajah tersebut ambruk, namun masih mau makan. Saat itu pihak pengelola sudah memanggil dokter hewan, namun karena hari Minggu, dokternya libur, sehingga tidak bisa datang untuk memeriksa. Sang pawang pun memberinya ramuan minum untuk penghangat supaya gajah itu sehat. “Rencananya dokter dari Dinas Peternakan Kendal akan memeriksa hari Senin,”katanya.

Namun sebelum dokter hewan datang, sekitar pukul 09.45 WIB, gajah tersebut sudah mati lebih dulu. Atas petunjuk petugas kesehatan hewan,  supaya tidak menimbulkan bau tidak sedap, sore harinya gajah tersebut dikubur di lokasi kandang gajah. Meninggalnya gajah, membuat Sisworo yang sudah 11 tahun memeliharanya tampak sedih. Walaupun sebagai pawang, Sisworo sering ditendang dan dilempar sang gajah itu, namun tetap sayang. “Karena saya pecinta binatang, jadi saya merasa kehilangan,”kata Sisworo dengan nada sedih.

Kepala UPTD Dinas Pariwisata Curugsewu, Prayoga, gajah tersebut merupakan titipan dari Kebun Binatang Gembiraloka Jogjakarta. Menurut cerita, gajah tersebut pernah membunuh orang, sehingga dititipkan di Curugsewu. Sebenarnya ada keinginan dicarikan pasangannya, namun terbentur dengan perizinan sebagai tempat konservasi hewan, sehingga tidak diperbolehkan. “Sampai sekarang, izin sebagai Lembaga Konservasi masih dalam proses,”katanya.

Sat ini di Curugsewu masih ada beberapa jenis hewan koleksi kebun binatang lainnya, yaitu kidang, orangutan, buaya, elang, merak, dan aneka burung. “Semoga dengan matinya gajah, tidak akan mengurangi jumlah pengunjung. Rencananya koleksi burung akan ditambah,”jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.