Ikatan Dokter Indonesia Kendal Tolak Prodi Dokter Layanan Prima

0
914

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kendal melakukan aksi damai menolak kebijakan pemerintah tentang Program Pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP). Aksi yang diikuti sekitar 50 dokter mewakili IDI Kendal diawali dengan long march dari Alun-alun Kendal menuju Kantor Bupati Kendal Senin (24/10). Selanjutnya para dokter menemui Bupati Mirna untuk meminta dukungan terkait dengan kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan oleh Kementeria Kesehatan RI.

Wakil Ketua IDI Kendal, dr Budi Mulyono mengatakan, aksi damai ini dilakukan serentak oleh IDI seluruh Indonesia di semua daerah bersamaan dengan IDI pusat yang melakukan aksi damai ke Kemenkes RI di Jakarta. Dikatakan, sesuai progran DLP, pendidikan dokter akan ditambah tiga tahun lagi, yaitu setelah lulus menjadi dokter umum. “Setelah lulus dokter umum, harus sekolah lagi selama tiga tahun, baru bisa melakukan praktek,”jelasnya.

Dokter Budi mengatakan, IDI menolak program DLP karena kebijakan tersebut hanya memboroskan anggaran pemerintah. Selain itu, kebijakan tersebut juga belum dilakukan kajian yang melibatkan pihak IDI. “Penolakan kebijakan ini merupakan hasil muktamar IDI tahun 2016,”katanya.

Senada dengan tuntutan pihak IDI, Bupati Kendal dr Mirna Annisa juga tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Pasalnya, kebijakan tersebut dibuat karena kepentingan politik tertentu.  “Seharusnya kebijakannya sesuai dengan kepentingan banyaknya dokter yang sudah dilahirkan di Indonesia,”ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.