Imbas Para Nelayan tak Melaut, Produksi Ikan Asin di Kendal Turun Drastis

Imbas Para Nelayan tak Melaut, Produksi Ikan Asin di Kendal Turun Drastis

0
49

Kondisi laut dengan gelombang yang cukup ekstrim, hingga para nelayan banyak yang tidak berani melaut, berimbas pada menurunnya produksi ikan asin. Menurut Abdul Aziz, seorang pengusaha ikan asin di Kelurahan Bandengan Kendal, beberapa pekan ini produksi ikan asinnya turun drastis. Dalam kondisi normal biasanya bisa memproduksi ikan asik antara 2 hingga 3 kwintal, namun untuk saat ini hanya sekitar 20 sampai 50 kilogram per hari.


“Produksinya turun drastis. Sekarang ini per hari hanya 20 kilo dan paling banyak 50 kilo per hari. Pendapatannya ikut turun,” katanya, Selasa (16/20/2021).

Abdul Aziz mengatakan, saat ini sebenarnya permintaan ikan asin semakin banyak. Namun karena barangnya sangat terbatas, sehingga tidak bisa memenuhi permintaan para bakul langganannya. Walaupun stoknya langka, harga ikan asin tidak mengalami kenaikan yang tinggi. “Kalau harga dinaikan terlalu tinggi ya kasihan, naiknya paling dua ribu sampai 5 ribu per kilo,” katanya.

Perajin ikan asin memang hanya mengandalkan bahan baku ikan segar langsung dari para nelayan. Jika hasil tangkapan nelayan sedikit, maka produksi ikan asin pun sedikit. Hal ini juga dialami perajin ikan asin di Kelurahan Kalibuntu Kendal. Adi Kurniawan yang biasa bekerja menjemur ikan, untuk saat ini terpaksa menganggur. Waktunya hanya digunakan untuk bersih-bersih gudang milik bosnya. “Sudah tiga pekan ini tidak ada ikan, karena ada angin barat, ombaknya tinggi, tidak ada yang melaut,” ujarnya.


Di lain pihak, Rois, seorang nelayan mengatakan, kondisi gelombang laut cukup ekstrim terjadi sejak Januari hingga Februari ini, walaupun tidak terjadi setiap hari. Kondisi paling ekstrim terjadi sejak tiga pekan terakhir ini.