Inilah Inovasi Tempat Penjemuran Sale Pisang Nur Fatikin

Inilah Inovasi Tempat Penjemuran Sale Pisang Nur Fatikin

0
148

Swarakendal.com : Nur Fatikin, seorang pembuat kue sale pisang di Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal membuat inovasi tempat penjemuran sale pisang. Bentuknya kotak, seperti rumah-rumahan yang ditutup rapat menggunakan plastik putih tebal. Dengan tempat penjemuran yang tertutup rapat, maka sale pisang yang dijemur tidak terjamah lalat atau binatang lainnya, seperti ayam. Selain itu juga terbebas dari hujan, sehingga tidak merepotkan ketika hujan turun.  Sale pisang yang dijemur juga terbebas dari debu.

Awal mula ia membuat tempat jemuran yang tertutup rapat, ternyata karena takut dengan kawanan tawon yang suka hinggap di sale pisang ketika dijemur. Ia pun beberapa kali pernah tersengat ketika mengusir tawon vespa yang rasa sakitnya cukup lumayan. “Awalnya banyak tawon, lalu saya buat rumah-rumahan seperti ini, biar tidak didatangi tawi, tadinya banyak sekali, ternyata berhasil, tawonnya tidak datang lagi,” jelasnya.


Pertama kali mencoba tempat penjemuran itu, ternyata gagal total, karena kue sale yang dijemur malah membusuk, karena kondisinya lembab akibat sering hujan. Namun akhirnya bisa diatasi, setelah dibuatkan pintu yang terbuat dari jaring, sehingga kondisi di dalam tidak lembab, karena sirkulasi udara bisa keluar. “Sampai sekarang aman, tidak ada masalah,” katanya.


Sale pisang buatannya sudah banyak penggemarnya, karena rasanya renyah dan empuk. Terbukti sejak pertama kali memulai usaha membuat sale pisang pada tahun 2008 hingga sekarang masih laris-manis. Penjualannya tidak hanya sekitar Kabupaten Kendal, namun banyak juga tenaga kerja Indonesia di luar negeri sering memesan. Omsetnya pun masih lumayan meski di masa pandemi, minimal 10 juta sampai 30 juta per bulan. “Pemasarannya, selain Kabupaten Kendal, banyak juga yang pesan dari Hongkong, Singapura, Taiwan dan Korea, rata-rata sekali kirim 2 sampai 5 kilogram,” katanya.

Melihat potensi yang bisa dikembangkan lagi, Kepala Desa Kedunggading, Budiono menyarankan agar kemasannya dibuat yang lebih menarik lagi. Selain itu harus didaftarkan supaya memiliki IRT, sehingga bisa dipasarkan di toko-toko modern atau supermarket. “Kami sudah menyarankan supaya bisa memiliki IRT, sehingga bisa diterima di supermarket atau toko-toko modern,” ujarnya.