Inilah Pandangan Hipmi Kendal terhadap Kebijakan PPKM

Inilah Pandangan Hipmi Kendal terhadap Kebijakan PPKM

0
45

Swarakendal.com : Para pengusaha dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kendal menilai perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak efektif. Kebijakan ini dinilai membuat kegiatan ekonomi di Kendal menjadi menjadi tidak tumbuh.


“PPKM Darurat ini membuat kegiatan ekonomi di Kendal menjadi tidak tumbuh karena banyak pengusaha terutama UMKM yang terdampak seperti cafe, rumah makan, angkringan, dan lainnya. Banyak usaha anggota kami yang bergerak di bidang tersebut merasakan dampaknya,” ujar Ariffianto Ketua HIPMI Kendal.

Ariffianto mengatakan, pihaknya ingin PPKM Darurat ini dapat menurunkan angka penyebaran Covid-19 tetapi harus tetap dilihat dampak domino terhadap ekonomi. Jangan sampai Covid-19 tidak dapat dikendalikan dan perekonomian semakin buruk.


“Banyak efek beruntun mulai dari pengurangan jam operasional yang membuat pendapatan juga berkurang hingga pengurangan karyawan, perekenomian yang sempat bangkit kemarin, kembali lesu terhadap kebijakan PPKM Darurat ini. Pasalnya, penerapan PPKM hingga PPKM Darurat/level 4 saat ini dinilai masih tidak efektif, dan justru membuat para pengusaha semakin kesulitan,” ujarnya.

Billy Dahlan, Ketua Hipmi Jateng, saat Rakor virtual HIPMI se Jateng mengatakan, banyak yang mengalami krisis ekonomi 17 bulan. Covid-19 ini bukan yang membuat miskin, tetapi kebijakan pemerintah yang membuat miskin. Ia mewakili pengusaha muda di Jateng mengaku sudah tak kuat merasakan imbas dari diterapkannya PPKM hingga PPKM darurat/level 4. “Para pengusaha sudah mencoba bertahan dengan melakukan efisiensi dan inovasi untuk menekan kerugian,” katanya.

HIPMI Kendal mendukung upaya pemerintah untuk mengendalikan Covid-19, salah satunya berharap terlaksananya target vaksinasi di Kendal hingga di atas 80%, sehingga terbentuk herd immunity.  Pelaku usaha, UMKM, Ekonomi Kreatif yang tergabung dalam anggota HIPMI Kendal ikut memberikan sosialisasi vaksinasi yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kendal yang tersebar dalam beberapa titik daerah. Yang kedua adalah perkuat fasilitas kesehatan dan juga perketat protokol kesehatan.