Jumlah ODGJ di Kendal Capai 2.726 Orang

Jumlah ODGJ di Kendal

0
41

Swarakendal.com : Jumlah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kendal tahun 2022 meningkatkan dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, pada tahun 2022 tercatat jumlah ODGJ sebanyak 2.726 orang, sedangkan pada 2021 tercatat sebanyak 2.584 orang atau bertambah 142 orang.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Penanganan ODGJ yang diadakan oleh Bagian Kesra Setda Kendal di salah satu Hotel di Kendal, Rabu (23/112022). Rakor dihadiri lintas OPD, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas dan Satpol PP.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kendal, Siswanto mengatakan, rata-rata ODGJ masih usia produktif. Menurut analisanya, meningkatnya jumlah ODGJ, karena kesulitan ekonomi ketika kondisi pandemi Covid-19, di antaranya akibat kena PHK. “Naiknya itu karena begini, kita tahu dua tahun terakhir, khususnya tahun 2020 dan 2021 itu kan mempengaruhi sosial ekonomi secara umum. Ada banyaknya PHK atau pengurangan pekerjaan, sehingga terdampak juga dengan orang-orang yang ada gangguan mentalnya, itu kalau dari sisi saya sebagai tenaga kesehatan,” jelasnya.

Bangsal Jiwa RSUD dr Soewondo Kendal, sebagai tempat rujukan ODGJ sangat terbatas, sehingga dibatasi hanya 14 hari, karena untuk pasien lain. Ada juga yang dirujuk ke RSJ Pedurungan Semarang.

Plt Kepala Bagian Kesra Setda Kendal, Junaedi mengatakan, Rakor digelar untuk mencari solusi penanganan ODGJ supaya bisa sembuh dan tidak terjadi peningkatan. Salah satu wacana adalah membangun Rumah Singgah untuk menampung ODGJ supaya bisa ditangani dengan baik. “Kami juga usul untuk mendirikan panti rehabilitasi, sehingga bisa menampung pasien yang baru saja direhab, untuk sementara ditampung di situ, sehingga nanti jika sudah pulih bisa kembali ke keluarga maupun ke masyarakat dan bisa diterima baik oleh keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Kendal, Dini Widiastuti mengatakan, berdasarkan keinginan para peserta Rakor, sebaiknya ada tempat khusus atau rumah singgah, supaya penanganannya bisa optimal, terutama bagi ODGJ yang dipasung. Dan bagi yang kondisinya tidak terlalu berat, bisa lebih cepat disembuhkan. “Ke depannya sebaiknya dibangun panti rehabilitasi khusus ODGJ,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.