Jumlah Peserta KB di Kendal belum Capai Target

Jumlah peserta KB di Kendal

0
416

Swarakendal.com : Kepesertaan pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten yang sudah menjadi peserta aktif keluarga berencana tergolong masih rendah. Hal ini berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal, jumlah peserta KB aktif hanya 110.414 PUS atau 66,19 persen dari jumlah total pasangan usia subur yang sebanyak 166.819 PUS per Desember lalu.

Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setiawan mengatakan, upaya untuk menjaring peserta KB terus digencarkan, melalui Petugas Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal. Saat ini jumlah Balai Penyuluh KB di Kabupaten Kendal sebanyak 37 kantor, yang berada di 18 kecamatan. “Kami sudah berkoordinasi dengan PLKB untuk mendorong pasangan usia subur yang belum mengikuti program KB, terutama yang dengan metode jangka panjang, seperti IUD, implan, MOW atau MOP,” katanya.

Dikatakan, saat ini tercatat sekitar 17,44 PUS Unmetneed atau kebutuhan KB yang belum terpenuhi. Untuk itu pihaknya terus menggalakkan Safari KB hingga melakukan jemput bola ke masyarakat. “Kami sudah menjadwalkan Safari KB di 20 kecamatan. Kami akan bekerja sama 62 fasilitas kesehatan, baik itu rumah sakit, klinik maupun praktek mandiri bidan,” katanya.

Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kendal, Astuti Puji Lestari mengatakan, upaya yang dilakukan untuk menjaring peserta KB bagi pasangan usia subur, pihaknya melakukan pendekatan dengan tokoh formal dari instansi terkait, seperti Puskesmas, kelurahan, KUA atau Kementerian Agama. Juga dengan tokoh informal, seperti PKK, organisasi Fatayat, Muslimat, Asiyah dan lainnya. Kerjasama dengan tokoh formal dan informal ini supaya lebih mudah melakukan kegiatan Safari KB maupun jemput bola ke pasangan usia subur yang belum menjadi peserta KB aktif.

“Pendekatan dengan tokoh formal itu, kami koordinasi dengan pihak terkait, misalnya puskesmas untuk kesepakatan pelaksanaan Safari KB, juga dengan pemerintahan kelurahan, untuk berkoordinasi mengenai kegiatan di lapangan, misalnya kalau akan mengadakan Kampung pembinaan KB,” jelasnya.

Kepesertaan KB aktif yang diharapkan adalah dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti IUD, implan, MOW dan MOP. MOW atau Metode Operasi Wanita biasa disebut tubektomi, sedangkan MOP atau Metode Operasi Pria biasa disebut vasektomi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.